• Jam Operasional: Senin - Kamis (08.00 - 16.00) | Jumat (07.30 - 14.00)
  • img-1
Keunikan Seni Arsitektur Ketika Bertemu Budaya Lokal: Rumah Semarangan

Keunikan Seni Arsitektur Ketika Bertemu Budaya Lokal: Rumah Semarangan

By Super Admin  

Keunikan Seni Arsitektur Ketika Bertemu Budaya Lokal: Rumah Semarangan

Kota Semarang memiliki kawasan permukiman bersejarah yang lengkap dan unik, seperti : Kauman, Kampung Melayu, Pecinan, dan kawasan Kota Lama yang juga dikenal dengan sebutan Little Netherland. Dan setiap kampung memiliki karakteristik masyarakat dan arsitektur bangunan yang khas. Kekayaan pengetahuan ini dapat menjadi modal utama dalam rangka pencarian jati diri bagi sebuah kota. 

Di setiap kawasan pemukiman itu memiliki karakteristik masyarakat dan arsitektur bangunan yang khas. Kampung-kampung kecil seperti Kampung Plampitan, Kebonsari, Malang, Ayam, Bokoran juga memiliki sejarah nan eksotis. Sebagai bagian dari subkultur Jawa, Semarang diyakini memiliki keunikan atau jati diri yang diharapkan tidak akan hancur begitu saja. Dan, salah satunya adalah arsitektur asli Semarangan.

Menurut pakar arsitektur, almarhum Eko Budihardjo pernah menuturkan, arsitektur pesisiran seperti halnya Semarang memang tidak terlalu impresif. Berbeda dari arsitektur daerah selatan. Ciri umum arsitektur pesisiran adalah suasananya yang lebih egaliter. Berbeda dari ciri selatan yang lebih aristokratis, berlandaskan filosofi feodalisme. Jika rumah akan diperluas, ekspansinya akan menyamping ke kiri atau ke kanan, bukan ke depan. 

Rumah khas Semarang terdiri atas dua lokal bangunan yang memanjang, depan belakang dihubungkan dengan semacam koridor terbuka. Dilihat dari tipe dan morfologinya, sulit diidentitikasi bagian mana bangunan induk, atau barangkali dua-duanya memang induk. Di atas pintu ruang tengah, ada kisi-kisi berhiaskan anak panah dari delapan penjuru berpusat di daun teratai di tengah. Tidak berbeda jauh dari gaya pesisir di daerah lain, desain arsitektur rumah tersebut sangat sederhana. Beratap limas, bahan dari kayu, bagian depan berpintu tiga, teras depan sempit. Pintu tengah selalu berlapis, sepasang daun pintu kayu untuk sebelah luar, dan sepasang daun pintu berkaca di sebelah dalam. Tidak ada ornamen atau hiasan apapun di bagian rumah tersebut. Seperti halnya rumah Jawa, rumah-rumah tersebut juga menghadap ke selatan atau ke utara.

 

26



KONTAK KAMI