header_id
Destinasi

Destinasi (10)

Gereja Blenduk

            Gereja Blenduk terletak di Jalan Letjen Soeprapto No. 32, Kota Lama, Semarang. Gereja ini merupakan bangunan dibuat dengan gaya arsitektur Phantheon yang didirikan pada tahun 1753 dan dipugar tahun 1894 oleh arsitek Belanda bernama H.P.A. de Wilde dan Westmaas. Gereja Blenduk merupakan gereja pertama di Semarang.

           Disebut Gereja Blenduk karena bentuk kubahnya yang seperti irisan bola, sehingga orang mengatakan "mblenduk". Bangunannya berbentuk segi delapan beraturan (hexagonal) dengan keunikan interiornya. Sebagai salah satu bangunan kuno di lingkungan Kota Lama yang banyak dikunjungi wisatawan dan sampai sekarang merupakan tempat ibadah.

 

Gereja Gedangan

            Gereja Gedangan adalah sebuah gereja yang sering disebut-sebut oleh banyak orang Katholik di Kota Semarang, dimana sebenarnya memiliki nama Gereja Paroki Santo Yusup. Gereja ini sering disebut dengan Gereja Gedangan karena gereja ini terletak di Jalan Ronggowarsito yang dulunya bernama Gedangan.

 

Vihara Mahavira Graha

            Vihara ini sering disebut sebagai vihara terbesar di Jawa Tengah, yang terdiri atas 7 lantai, dan keunikannya, memiliki 88 arca Avalokitesvara (Kwan Im) yang menghiasi sekeliling vihara. Selain untuk tempat beribadah, tempat ini juga dijadikan tempat pendidikan calon bhiksu dari aliran Mahayana. Saat memasuki vihara Mahavira Graha ini akan disambut oleh 120 patung Buddha. Vihara ini berada di Kompleks Marina Semarang.

 

Masjid Agung Jawa Tengah

            Masjid Agung Jawa Tengah bangunannya meneladani prinsip gugus model kluster dari Masjid Nabawi di Madinah. Bentuk penampilan arsitekturnya merupakan gubahan baru yang mengambil model dari tradisi para wali dengan menumbuhkan corak universal arsitektur Islam pada bangunan pusatnya dengan menonjolkan kubah utama yang dilengkapi dengan minaret runcing menjulang di keempat sisinya. Masjid beserta fasilitas pendukung terletak di Jalan Gajah Raya, Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Gayamsari menempati tanah bandha Masjid Agung Semarang seluas 10 ha dan mampu menampung jamaah lebih kurang 13.000 orang. Selain bangunan utama berupa masjid, juga dilengkapi fasilitas-fasilitas  lain seperti: ruang kantor, ruang kursus dan pelatihan, ruang perpustakaan, ruang akad nikah, dan auditorium. Dalam upaya penggalian dana, di dalam kompleks juga dibangun galeri pertokoan, ruang kantor yang disewakan, hotel, dan toko cindera mata.

 

Masjid Besar Kauman

            Masjid Kauman termasuk dalam daftar masjid tua di tanah Jawa. Letaknya berdekatan dengan Pasar Johar, Semarang. Dahulu, kompleks ini merupakar alun-alun tempat berkumpul warga Semarang. Masjid Kauman didirikan pada awal abad ke-16. Sang pendiri masjid  ialah Kiai Ageng Pandanaran. Sampai saat ini, masjid Kauman tetap dijadikan sebagai tempat penyelenggaraan ritual Dugderan, peringatan dimulainya puasa di bulan Ramadhan bagi masyarakat Kota Semarang dan sekitarnya.

 

Masjid Menara (Masjid Layur)

            Masjid yang didirikan pada tahun 1802 dan dibangun oleh sejumlah saudagar dari Yaman yang bermukim di Semarang. Masjid Layur  dikenal dengan sebutan Masjid Menara Kampung Melayu.

Dinding masjid dihiasi ornamen bermotif geometrik dengan paduan aneka warna-warni. Kompleks Masjid Menara ini dipagari oleh tembok tinggi kurang lebih 5 meter sehingga yang kelihatan dari luar hanya bagian menara yang menjulang tinggi. Hal itu  menjadi penyebab Masjid Layur dikenal dengan sebutan Masjid Menara.

 

Pagoda Avalokitesvara

            Pagoda Avalokitesvara (Metta Karuna),  di dalamnya terdapat patung Budha Rupang yang besar. Pagoda Avalokitesvara yang memiliki tinggi bangunan setinggi 45 meter dengan 7 tingkat, yang bermakna bahwa seorang pertapa akan mencapai kesucian dalam tingkat ketujuh.

Bagian dalam pagoda berbentuk segi delapan dengan ukuran 15 x 15 meter. Mulai tingkat kedua hingga keenam dipasang patung Dewi Kwan Im (Dewi Welas Asih) yang menghadap empat penjuru angin. Hal ini bertujuan agar sang dewi memancarkan kasih sayangnya ke segala arah mata angin.

Pada tingkat ketujuh terdapat patung Amitaba, yakni guru besar para dewa dan manusia. Di bagian puncak pagoda terdapat stupa untuk menyimpan relik (butir-butir mutiara) yang keluar dari Sang Buddha. Bagian depan pagoda juga terdapat patung Dewi Welas Asih serta Sang, Buddha yang duduk di bawah pohon Bodi. Terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan. Terbuka untuk umum setiap hari.

 

Klentheng Gedung Batu (Sam Poo Kong)

            Dibangun oleh seorang dari Tiongkok bernama Sam Poo Tay Djien dalam lawatannya ke Semarang. Klentheng ini memberi inspirasi bagi berkembangnya berbagai legenda mengenai Kota Semarang. Tiap tahunnya bertepatan tangga 29 Lak Gwee penanggalan Tionghoa, diadakan upacara ritual memperingati hari ulang tahun Sam Poo Tay Djien. Diawali pawai dari Klentheng Tay Kak Sie di Gang Lombok menuju Klentheng Sam Poo Kong. Terletak di Jalan Simongan 129, kurang lebih 2 km dari Tugu Muda ke arah barat daya, dibuka untuk umum setiap hari selama 24 jam penuh.

 

Pura Agung Giri Natha

 

            Bangunan ini terletak di Jalan Sumbing, Gajahmungkur, Semarang. Tempat beribadah bagi umat Hindu ini memiliki luas area sekitar 4.000 meter persegi. Tempat ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas di antaranya perpustakaan, sekretariat, Bale Kerta Sabha, yakni ruang kelas untuk pendalaman Agama Hindu.

Selasa, 26 Mei 2015 11:10

Wisata MICE

Written by
Selasa, 21 April 2015 17:57

Wisata Belanja

Written by

Pusat oleh-oleh Pandanaran

 Jalan Pandanaran sisi barat identik dengan oleh-oleh khas Semarang. Jalan yang berada di tengah-tengah kota Semarang ini merupakan sentra jajanan oleh-oleh khas Semarang. Di tempat inilah makanan khas Semarang seperti lumpia, bandeng presto, dan wingko babat.
Selain lumpia, oleh-oleh khas Semarang yang juga banyak dijual di Jalan Pandanaran adalah bandeng presto. Bandeng presto adalah ikan bandeng berduri lunak karena dimasak menggunakan uap air bertegangan tinggi. Harga bandeng presto di Jalan Pandanaran sangat bervariasi, dari harga Rp 30.000 per ekor sampai dengan Rp 95.000 per kilogram.
Lain halnya dengan wingko babat, meski di Jalan Pandanaran banyak yang menjual namun semua penjual memakai label yang sama yakni wingko babat cap kereta api. Wingko Babat cap kereta api menawarkan berbagai rasa yang unik, seperti wingko babat rasa durian, rasa pisang, bahkan rasa coklat. Harga yang ditawarkan juga bervariasi tergantung besarnya ukuran dan rasa.
Jalan Pandaranan merupakan surganya para pecinta wisata belanja oleh-oleh di kota Semarang. Jalan ini selalu ramai dari pagi hingga malam dan akan bertambah ramai jika sudah memasuki akhir pekan.

 

Paragon Mall

Paragon merupakan pusat belanja terkemuka di pusat kota Semarang. Terletak di Jalan Pemuda , mall ini menjadi magnet wisatawan yang berkunjung di ibukota Jawa Tengah. Mall - membawa tema lifestyle and entertainment mall – dikelilingi hotel berbintang 5, sehingga outlet-outlet ternama dunia bersedia menghuni mall seluas 120.000 m2 ini. Fashion, shoes, culinary, Cafe, sinema, optik, bakery, restaurant, supermarket, fitness, salon kecantikan semua tersedia.

 

 

 

 

 

 Bandeng Juwana

 Bandeng Juwana – berlokasi di kawasan Jalan Pandanaran dan Jalan Pamularsih - adalah sebuah pusat oleh-oleh di Semarang yang tidak hanya menyediakan oleh-oleh khas Semarang saja, tetapi juga menyediakan aneka macam oleh-oleh khas Jawa Tengah seperti enting-enting gepuk, moaci, dan masih banyak lagi.

Produk andalan dari Bandeng Juwana adalah Bandeng Duri Lunak yang diproses dari bandeng pilihan sehingga menghasilkan suatu produk yang berkualitas. Selain itu, aneka produk olahan lainnya dengan bahan dasar bandeng seperti Otak-otak Bandeng, Bandeng Asap, Bandeng Goreng Telur dan lainnya.
Untuk menambah kenyamanan berbelanja di Bandeng Juwana Semarang, Bandeng Juwana juga membuka sebuah warung makan di lantai 2, dengan nama Warung Bandeng Juwana. Di warung ini disajikan berbagai macam masakan dengan bahan dasar bandeng juga. Adapun menu yang disajikan adalah Bandeng Tauco, Sate Bandeng, Gudeg Bandeng dan lain-lain.

Batik Jayakarta

Batik Jayakarta berdiri pada 29 September 2005 di Jl. Perintis Kemerdekaan 172, Semarang. Batik Jayakarta merupakan salah satu rintisan dari Toko Djakarta yang berlokasi di Pasar Johar, Semarang. Batik Jayakarta berupaya untuk mendukung dan ikut andil dalam melestarikan kekayaan budaya Indonesia.  Salah satu kekayaan budaya itu adalah batik. Koleksi batik yang dimiliki tidak hanya dari Semarang saja, kami sedang berupaya untuk melengkapi koleksi batik dari berbagai Kota dan Kabupaten yang berada di Jawa Tengah, seperti batik Pekalongan, Rembang, Solo, dan Yogyakarta.

Salah satu cara untuk melengkapi koleksi batik yang ada di Batik Jayakarta yaitu dengan mengenalkan batik melalui media visual dalam bentuk presentasi atau fashion show, agar mengubah cara pandang masyarakat mengenai batik yang kuno dan formal menjadi batik modern. Produk yang ditawarkan kepada pengunjung adalah produk clothing, footwear, bags, accesories, souvenir, batik fabric. Dengan motto melayani dengan ramah ditanamkan pada setiap staf dan karyawan, merupakan nilai tambah sehingga pelanggan menjadi nyaman berbelanja di Batik Jayakarta.

Kampoeng Semarang

Kampoeng Semarang yang berlokasi di Jl. Raya Kaligawe No.96 Semarang ini di bangun di atas tanah seluas 4000 m2 berjarak 3 km dari Bandara Ahmad Yani dan 2 km dari Pelabuhan Tanjung Mas. Kampoeng Semarang resmi dibuka oleh Gubernur Jawa Tengah pada bulan Mei 2012 dan menjadi “One Stop Shopping & Leisure” terkemuka di Semarang.
Satu-satunya pusat oleh-oleh dan pusat handicraft di Kota Semarang, dan salah-satu destinasi wisata di Semarang yang memiliki branding sebagai “Center of Art, Craft, and Culture in Semarang” selama setahun terakhir ini telah memberikan ruang kreasi dan pemasaran bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah – UMKM di Kota Semarang pada khususnya dan Jawa Tengah pada umumnya dengan harapan besar untuk dapat menghasilkan UMKM yang tumbuh mandiri, inovatif, dan berdaya saing tinggi.
Beberapa outlet dan fasilitas disediakan oleh Kampoeng Semarang kepada pengunjung seperti:
WEBE – Outlet WeBe Bags, ASEM JAWA RESTO – Restoran, ASEM ARANG – Gallery Batik, UWOH ASEM – Gallery Dot Art, GODHONG ASEM – Pusat Oleh-oleh, KEMBANG ASEM – Pusat Souvenir, OMAH ASEM – Gallery Homeware, BLINK FOR KIDS BY WEBE – Outlet Produk Anak-anak, OMAH BATIK, KOPI PALANG, MEETING ROOM
Kampoeng Semarang bukan hanya pusat berbelanja, namun juga alternatif destinasi liburan keluarga di akhir pekan ataupun liburan sekolah.

Mal Ciputra Semarang

Mal Ciputra Semarang terletak di lokasi paling strategis, berada di kawasan Simpang Lima Semarang.  Mal - berbentuk segi enam seluas 20.000 m2 dan luas bangunan total 46.000 m2 - terdiri dari tiga lantai. Lantai dasar digunakan untuk toko eceran (retail shop) dan supermaket. Lantai satu untuk departement store, toko eceran, kafe, mainan anak-anak, salon dan toko buku. Outlet ternama seperti Pasar Swalayan Gelael, Robinson Dept. Store, Toko Gunung Agung, dll.

 

 

 

 



Java Supermall Semarang

Java Mall Semarang merupakan salah satu pusat perbelanjaan berlokasi di Jl Letjen MT Haryono No 992-994 Semarang . Mal ini identik dengan event dan pameran, terutama pameran komputer dan elektronik.   banyak dikunjungi oleh masyarakat warga kota Semarang. Paling ramai di Java Mall ini jika ada event berupa pameran Komputer. Untuk alternatif pusat perbelanjaan lainnya di kota Semarang, antara lain ada di daerah Simpang Lima seperti Mall Ciputra dan Plasa Simpanglima (Matahari), atau DP Mall di jalan Pemuda, atau juga di Mall terbaru dan termegah di Kota Semarang yaitu Mall Paragon City.

 

 



Batik Semarang 16

Batik Semarang 16 terletak di  Kampung Sumberejo Meteseh, Tembalang-Semarang. Angka 16 berasal dari Surat ke-16 dalam Alquran, yaitu An-Nahl yang berarti lebah madu.
Batik  produksinya tetap ramah lingkungan. Apalagi pewarnaan batik sanggar ini menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan dengan warna-warna alam dalam proses pembatikannya. Misalnya, jelawe, tingi, nila, kapur, tunjung, tegeran, tawas, secang, dan somba. Ciri khas karya Batik Semarang 16 adalah motif dan ragam hias yang mengambil artefak dan kekhasan Kota Semarang. Itu menyangkut beragam tema, dari khazanah eksotika Kota Lama Semarang, flora fauna khas, dunia kuliner, hingga kisah-kisah legendaris yang ada di setiap tempat di Semarang.

 

 

 

Omah Herborist

Omah Herborist merupakan salah satu destinasi Kota Semarang yang berlokasi di Kawasan Industri Candi Blok 5A /8, Ngalian Semarang. Wisatawan di samping dapat berbelanja produk perawatan kecantikan dengan harga murah, mereka juga dapat melihat museum mini yang memamerkan sejumlah warisan sejarah herbal dan bahan alami untuk kecantikan dan perawatan tubuh. Di luar itu, factory visit ( kunjungan proses produksi Herborist Beauty by Nature ), pemutaran film pendek, showroom yang menyediakan berbagai produk kecantikan dan perawatan tubuh berbahan alami, demo spa corner, dan beauty cafe dapat dinikmati pengunjung.


Selasa, 21 April 2015 17:56

Wisata Alam

Written by

Goa Kreo

Goa Kreo adalah sebuah goa yang dipercaya sebagai petilasan Sunan Kalijaga saat mencari kayu Jati untuk membangun Masjid Agung Demak. Menurut cerita legenda, Sunan Kalijaga bertemu sekawanan kera yang kemudian disuruh menjaga kayu jati. Kata "Kreo" berasal dari Mangreho yang berarti peliharalah atau jagalah. Kata inilah yang kemudian menjadikan goa ini disebut Goa Kreo dan sejak saat itu kawanan kera yang menghuni kawasan ini menjadi penunggu. 

Selain menikmati pemandangan alam yang indah dan udara yang sejuk serta bercanda dengan kera penunggu kawasan ini, pengunjung juga bisa menikmati pemandangan waduk Jatibarang, bermain ski air, atau memancing. Objek wisata ini kurang lebih 8 km dari Tugumuda dan setiap 3 Syawal diadakan Sesaji Rewanda.

 

 

 

Tinjomoyo

Obyek wisata ini terletak di Kelurahan Sukorejo di bagian selatan Kota Semarang kurang lebih 7 km Tugumuda. Tinjomoyo merupakan hutan wisata yang dapat dimanfaatkan sebagai area combat game, camping ground, outing activity, bird watching, juga terdapat flying fox. Tempat ini sangat ideal karena merupakan perpaduan hutan, bukit, dan sungai sehingga para penggemar combat game dapat menikmati petualangan alam medan tempur, dengan standar keamanan yang tinggi untuk keselamatan pemainnya. Area ini dibuka untuk umum dan dapat dijangkau dengan kendaraan umum maupun pribadi.

 

 

 

 

Taman Wisata Margasatwa Semarang

Taman Margasatwa Wonosari Mangkang merupakan relokasi dari kebun binatang Tinjomoyo. Sebagian besar satwa yang sebelumnya berada di Tinjomoyo, telah dipindahkan di tempat ini. Tempat rekreasi ini berada di pintu masuk Kota Semarang, tepatnya di lalan Raya Semarang - Kendal KM 17. Untuk menuju lokasi ini sarana transportasi mudah karena berada di pinggir jalan raya.

 

 

 

 

 

Pantai Marina

Terletak di Jalan Yos Sudarso, sebelah utara Kota Semarang. Deburan ombaknya yang tenang tetapi berirama membuat hati merasa nyaman dan tenang selama berada di pinggir pantai, sambil memandangi keindahan pantai yang memesona. Kawasan Pantai Marina dilengkapi dengan Kolam renang, arena bermain anak-anak, gazebo, lapangan voli pantai, serta rekreasi air yaitu ski air dan speed boat. kawasan ini juga dilengkapi dengan jogging track, sehingga sangat cocok untuk berolah raga. kawasan ini dibuka mulai pukul 05.00 WIB.

 

 

 

 

Kampoeng Wisata Taman Lele

Obyek wisata ini dulu dikenal dengan Taman Lele. Di tempat ini terdapat danau buatan yang dikelilingi gazebo, sepeda air, kolam renang untuk anak, permainan anak, dan beberapa satwa piaraan, seperti ular phyton, buaya, dan berbagai jenis burung. Tempat ini cocok untuk persinggahan bagi mereka yang berkunjung ke Semarang melalui jalan darat atau jalur pantura (Semarang-Jakarta) mengingat lokasinya yang persis berada di jalur tersebut. Di tempat ini juga dilengkapi hotel dengan fasilitas AC, TV dengan harga terjangkau. Terletak di tepi Jalan Raya Tugu kurang lebih 10 km dari Tugumuda ke arah barat. tarif taman lele : hari biasa Rp. 4.000, har libur/ besar : Rp. 5.000, sepekan lebaran Rp. 6.500

 

 

 

 

Puri Maerokoco

Sebuah obyek wisata yang berada di Jalan Yos Sudarso kurang lebih 5 km dari Tugumuda, merupakan satu komplek dengan PRPP. Sebagai taman mini Jawa Tengah yang merangkum semua rumah adat – biasa disebut anjungan - dari 35 kabupaten dan kota yang ada di Jawa Tengah. Di dalam rumah-rumah tersebut digelar hasil-hasil industri dan kerajinan yang diproduksi oleh masing-masing daerah. Selain menampilkan rumah-rumah adat, obyek wisata ini dilengkapi dengan fasilitas rekreasi air seperti, sepeda air, perahu, juga kereta bagi pengunjung. Lokasinya mudah dijangkau dengan kendaraan umum maupun kendaraan pribadi.

 

 

 

 

Kawasan Simpang Lima

Pusat perhatian setiap tamu yang mengunjungi Semarang adalah kawasan Simpang Lima. Tempat ini merupakan alun-alun modern yang berada di tengah-tengah persimpangan Jalan Pandanaran di sebelah barat, Jalan Ahmad Yani di sebelah timur, Jalan Gajah Mada di sebelah utara dan Jalan Pahlawan di sebelah selatan, sementara di sebelah timur laut ada Jalan KH. Ahmad Dahlan.   

Berkembangnya fungsi Simpang Lima menjadi alun-alun modern merupakan saran Presiden Soekarno yang menghendaki pengadaan alun-alun baru di Semarang sebagai ganti dari Kanjengan yaitu alun-alun lama yang kini telah berubah fungsi menjadi pasar tradisonal bernama Pasar Johar.

 

 

 

Tugumuda

Sebuah tugu terbuat dari batu hitam berbentuk lilin tegak di tengah persimpangan Jalan Sutomo, Jalan Pandanaran, Jalan Imam Bonjol dan Jalan Soegiyopranoto. Tugu ini dibangun sebagai monumen untuk mengenang heroisme perjuangan warga Semarang bertempur melawan tentara penjajah Jepang dari tanggal 14-19 Oktober 1945. 

Peletakan batu pertama pembangunan Tugumuda dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah Budiyono dan diresmikan oleh Presiden RI pertama Soekarno pada tanggal 20 Mei 1953. 

Tugu yang berbentuk lilin dengan kobaran api di atasnya memunculkan  makna semangat yang tak kunjung padam bagi para pejuang yang mempertahankan kemerdekaan. Pada bagian kaki monumen terdapat relief yang menggambarkan kesengsaraan rakyat Indonesia di jaman penjajahan Jepang seperti relief pertempuran, relief penyerangan, relief korban dan relief kenangan.

 

Gardu Pandang Taman Tabanas Gombel

Gardu pandang di kawasan Semarang atas Gombel, Semarang – sekitar 8 km dari Tugumuda -  banyak dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara untuk melihat pemandangan Kota Semarang dari ketinggian 200 m di atas permukaan air laut. Sambil menikmati hidangan di restoran di sekitarnya, suasana malam hari kota sangat indah dilihat dari sini. Disebut Taman Tabanas karena bentuk tugunya yang menyerupai bentuk tabungan, sebagai gerakan gemar menabung. 

 

Selasa, 21 April 2015 17:49

Wisata Warisan Budaya

Kota Lama

Area Kota Lama Semarang atau yang sering disebut Outstadt atau Little Netherland meliputi deretan gedung-gedung yang dibangun sejak zaman Belanda. Secara umum karakter bangunan di wilayah ini dipengaruhi gaya arsitektur Eropa sekitar tahun 1700-an. Hal ini bisa dilihat ciri arsitektur bangunan yang khas dan ornamen-ornamen yang identik dengan gaya Eropa. Seperti ukuran pintu dan jendela yang luar biasa besar, penggunaan kaca-kaca berwarna, bentuk atap yang unik, sampai adanya ruang bawah tanah. Dari segi tata kota, wilayah ini dibuat memusat dengan gereja Blenduk  dan kantor-kantor pemerintahan sebagai pusatnya. Bagaimanapun bentuknya dan apapun fungsinya saat ini, Kota Lama merupakan aset yang berharga bila dikemas dengan baik. Sebuah bentuk nyata sejarah Semarang dan sejarah Indonesia bernuansa tempo doeloe yang luar biasa besar nilai sejarahnya.

Luas Kawasan Kota Lama lebih kurang 31 hektar. Sesuai dengan Peraturan Daerah No. 8 Tahun 2003 tentang RTBL (Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan) Kawasan Kota Lama berjumlah 201 bangunan  yang dinyatakan sebagai bangunan konservasi adalah 105 buah.

 

Pecinan

Di kawasan pecinan  terdapat Warung Semawis yang lokasinya di Jalan Gang Warung Kelurahan Kranggan Kecamatan Semarang Tengah. Di kawasan ini terdapat deretan warung kaki lima yang menjual aneka makanan yang dikenal paling enak di Semarang dengan nuansa oriental. Juga tersedia berbagai menu makanan seperti nasi tela, bakmi jowo, aneka masakan oriental khas gang warung, es marem, soto, aneka bubur, sate, ayam goreng. Warung Semawis buka hari Jumat, Sabtu, dan Minggu pukul 17.00 sampai dengan dini hari.

 

 

 

 

Stasiun Tawang

Stasiun Tawang dibangun pada tanggal 16 Juni 1864, di bawah komando arsitek J.P. De Bordesdan. Tempat ini merupakan pengganti Stasiun Tambak Sari milik NIS atau Jawatan Kereta Api milik pemerintahan kolonial Belanda. Dari segi arsitekturnya tergolong unik, bercirikan arsitektur Indische dengan bahan untuk elemen dinding bermotif artistik dan dipadu aneka warna, sehingga menjadikan bangunan ini sangat mengesankan.

 

 

 

 

 

Toko Oen

Toko Oen memang identik dengan kuliner Semarang tempo doeloe. Jejak nostalgia kulinernya masih dapat dinikmati di Toko Oen di Jalan Pemuda, Semarang. Bangunan tua, di sudut jalan, terkesan tua, kuno, tapi tidak renta. Ada rona kusam dan sangat kuno.  Namun Bottom of Form interior ruangan masih terawat dengan baik meski sudah berusia lebih dari 70 tahun. Sebuah piano tua, foto sang pendiri, dan aneka perabot terbuat dari kayu jati tua, tetap lestari meski waktu telah menggerusnya.  Aneka toples-toples cookies yang berukuran besar, foto-foto hitam putih jaman dahulu,  memberikan nuansa tempo dulu. Itulah nuansa nostalgia di  Toko Oen, restoran legendaris yang didirikan pada tahun 1936.

  

 

  

Lawang Sewu

Lawang Sewu merupakan sebuah gedung bersejarah memiliki nilai historis sangat tinggi, berdiri tepat di pusat keramaian di jantung Kota  Semarang, Jawa Tengah. Pada masa  lalu, gedung ini  merupakan kantor dari Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau Jawatan Kereta Api. Dibangun pada tahun 1904 dan selesai pada tahun 1907. Terletak di kawasan bundaran Tugumuda yang dahulu kala disebut Wilhelminaplein. Bangunan kuno dan megah berlantai dua ini setelah masa kemerdekaan Indonesia dipakai sebagai kantor Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI) atau sekarang PT. Kereta Api Indonesia. Pemerintah Kota Semarang memasukkan Lawang Sewu sebagai salah satu dari 102 bangunan kuno atau bersejarah di Kota Semarang yang sangat dilindungi. Kini, Lawang Sewu menjadi salah satu obyek wisata sejarah yang ramai dikunjungi turis  lokal, nasional, serta internasional.

 https://www.google.co.id/maps/place/Lawang+Sewu/@-7.0037835,110.4019066,13z/data=!4m2!3m1!1s0x0000000000000000:0x11304de4230ded0d

 

Selasa, 21 April 2015 17:46

Wisata Lingkungan

Written by

Mangrove Ekowisata

Hutan bakau ( mangrove ) Tugurejo terletak di Desa Tapak, Tugurejo, Semarang Barat,  sekitar 15 menit dari bundaran Kalibanteng ke arah barat. Tepatnya berada di seberang objek wisata ‘Taman Lele’.
Berpetualang di Hutan Mangrove dapat dilakukan dengan menumpang perahu nelayan berkapasitas penumpang 8 orang. Tiap perahu menyediakan life vest (pelampung). Menyusuri sungai yang dikurung akar dan pohon mangrove sangat mengasikkan. Dengan meninggalkan kehidupan kota yang bising, sejenak berkunjung ke objek ini begitu menenangkan pikiran.

 

Kampus Konservasi Unnes

Universitas Negeri Semarang (Unnes) sebagai universitas konservasi memiliki komitmen untuk menjadi contoh pengembangan kampus ramah lingkungan, terutama pada gedung-gedung perkuliahan dan perkantoran sebagai manifestasi fisik pencitraan kampus hijau.
Konsep arsitektur hijau lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan, memiliki tingkat keselarasan yang tinggi antara strukturnya dengan lingkungan, dan penggunaan sistem utilitas yang sangat baik. Arsitektur hijau dipercaya sebagai desain yang baik dan bertanggung jawab, dan diharapkan digunakan di masa kini dan masa yang akan datang. Berkunjung ke Unnes nan sejuk, pengunjung bisa merasakan suasana belajar yang tenang.

 


Kampung Jamu Mijen

Kampung Jamu Mijen di Kec. Mijen Semarang menyediakan wisata alam sekaligus belajar mengenali lingkungan, terutama mengenal dunia jamu. Lokasinya memang berada di pinggir kota Semarang,  disambut dengan pemandangan sawah yang hijau dan perkebunan rempah luas yang menyegarkan mata. Kampung Jamu dengan luas sekitar 1 hektar, menjadi tempat budidaya tanaman rempah sekaligus destinasi eduecotourism di Semarang, Jawa Tengah. Tanaman yang ditanam di sana dibudidayakan dengan konsep organik, sehingga terbebas dari bahan kimia yang berbahaya. Pengunjung diajari bagaimana meramu jamu modern sendiri dengan mudah, dengan bahan-bahan yang ada. Jamu yang dimaksud di sini bukan jamu ekstrak, tapi gabungan dari akar-akaran, daun dan tanaman.

 

 


Waduk Jatibarang

Waduk Jatibarang merupakan waduk yang terletak di Semarang, tepatnya dalam wilayah Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati. Pelaksanaan konservasi sabuk hijau pada tahap pembangunan Waduk Jatibarang penting untuk menjaga konservasi dan menjaga umur dari waduk juga mengurangi sedimentasi dan meningkatkan suplai air bersih, serta dapat dikembangkan menjadi kawasan pemukiman, perdagangan, pariwisata yang menarik. Untuk memudahkan wilayah kerja sendiri,wilayah sabuk hijau Waduk Jatibarang dibagi menjadi 6 segmen, termasuk segmen 2 yang berfungsi sebagai kawasan wisata. Kesadaran masyarakat sekitar untuk menjaga konservasi dan umur waduk merupakan salah satu aspek yang berperan besar untuk mempertahan kelestarian waduk. Kawasan wisata ini terletak pada daerah konservasi. Kawasan wisata dengan penekanan desain ekowisata merupakan suatu bentuk kawasan wisata yang bertanggung jawab terhadap kelestarian alam, memberi manfaat secara ekonomi kepada masyarakat sekitar, dan tetap mempertahankan budaya.

Selasa, 21 April 2015 17:45

Wisata Pendidikan

Written by

Museum Ronggowarsito

Museum Negeri Provinsi Jawa Tengah Ronggowarsito berada di Jalan Abdulrahman Saleh No. 1 Semarang, diresmikan pada tanggal 5 Juli 1989 memiliki lebih dari 50.000 buah koleksi yang mempunyai nilai arkeologis, historis dan budaya. Terbagi dalam 10 jenis koleksi antara lain : koleksi geologika, koleksi biologika, koleksi etnografika, koleksi arkeologika, koleksi historika, koleksi numismatika, koleksi filologika, koleksi keramologika, seni rupa, teknologika.

 

  

 

 

   
Taman Budaya Raden Saleh

Taman Budaya Raden Saleh berfungsi sebagai pusat aktivitas kesenian dan budaya. Terletak di Jalan Sriwijaya No. 29 Semarang, berjarak sekitar 3 km dari Tugumuda, terbuka untuk umum setiap hari. Lokasi ini semula merupakan taman hiburan rakyat, berada  di kawasan kebun binatang yang dimiliki Kota Semarang. Dalam perkembangan waktu, dipandang tidak lagi cocok untuk lokasi kebun binatang lantas dipindah ke Tinjomoyo. Beberapa tahun kemudian Kebun Binatang Tinjomoyo dipindah ke wilayah Mangkang.

 

 

 


Museum Jamu Jago

Museum ini didirikan oleh Perusahaan Jamu Jago sebagai Pusat Informasi dan promosi hasil jamu. Museum ini memiliki koleksi foto-foto proses pembuatan jamu tradisional  hingga jamu yang diproses secara modern dengan mesin berteknologi terkini. Pabrik Jamu Jago adalah salah satu produk jamu tertua di Indonesia, terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan 273,  Srondol Semarang.

 

 

 

 


Museum MURI

Museum Rekor Indonesia (MURI) didirikan pada tahun 1990 sebagai sebuah lembaga swadaya masyarakat untuk menghimpun data dan menganugerahkan penghargaan terhadap prestasi superlatif karsa dan karya bangsa Indonesia demi menegakkan pilar-pilar semangat kebanggaan nasional mengajak bangsa Indonesia mau dan mampu menghargai karsa dan karya superlatif warga bangsa Indonesia sendiri.

 

 

 

 


Museum Jamu Nyonya Meneer

Museum Jamu Nyonya Meneer di Semarang merupakan museum jamu pertama di Indonesia. Di museum ini terdapat aneka macam jamu dan juga sejarah dari pembuatan jamu Nyonya Meneer. Jamu merupakan salah satu warisan Indonesia. Khasiat jamu yang terkenal dapat mengobati berbagai macam jenis penyakit sudah dikenal ratusan tahun yang lalu. Museum yang berada di Jalan Raya Kaligawe, Semarang ini menyimpan koleksi aneka peristiwa bersejarah tentang proses pembuatan jamu dan berbagai macam jenis jamu.

 

 

 



Museum Perkembangan Islam Jawa Tengah

Museum Perkembangan Islam Jawa Tengah ini terletak di menara atau Tower Asmaul Husna Lantai 2 dan 3, kompleks Masjid Agung Jawa Tengah, di Jalan Gajah Semarang.  Museum ini mencatat sejarah perkembangan agama Islam di Jawa Tengah. Artefak- artefak seperti iluminasi Al Qur’an, Wayang golek Menak, Wayang Sadat, Gayor Masjid Sunan Muria, Gamelan, Ornamen Dua Sisi, Ornamen Masjid Mantingan, Keramik, Koleksi peninggalan Islam Awal, Artefak Kapal dagang, Miniatur menara Kudus ada di Musuem Perkembangan Islam Jawa Tengah ini.

 

 

 



Museum Mandala Bhakti

Museum Mandala Bhakti  terletak di Jalan Soegijapranata No. 1 Semarang, berhadapan dengan monumen Tugumuda. Bangunan museum dirancang oleh arsitek Belanda I. Kuhr E. dari Firma Ooiman dan van Leeuwen pada awalnya digunakan untuk Raad van Justitie atau Pengadilan Tinggi bagi golongan rakyat Eropa di Semarang. Bangunan ini diperkirakan dibangun sekitar tahun 1930. Tahun 1950-an bangunan ini digunakan oleh Kodam IV/Diponegoro sebagai Markas Besar Komando Wilayah Pertahanan II. Pada tahun 1985 resmi digunakan untuk museum yang menyimpan koleksi tentang data, dokumentasi, dan persenjataan TNI baik yang tradisional maupun modern.

Seluruh koleksi yang tersimpan dalam museum, merupakan bukti fisik dan faktual sejarah perjalanan Kodam tersebut. Di depan museum Mandala Bhakti diletakkan senjata berat 25 PDR field gun yang kondisinya masih baik. Salah satu koleksi yang bernilai sejarah tinggi ialah pistol kuno jenis Luger dan machine gun Browning. Senjata ini diyakini digunakan dalam pertempuran lima hari di Semarang. Museum ini juga memiliki artefak militer Indonesia yang menakjubkan dan foto-foto pahlawan Indonesia.
Museum ini dibuka untuk umum dari Selasa sampai Kamis (08.00 – 18.00), Jumat (08.00 – 10.30), Minggu (08.00 – 12.00). Hari senin, sabtu dan hari besar tutup.

Akademi Kepolisian Republik Indonesia ( Akpol )

Satu-satunya Akademi Kepolisian di Indonesia atau sering disingkat Akpol berada di Semarang. Akpol terletak di Jalan Sultan Agung 131, Gajahmungkur Semarang. Akademi ini mencetak perwira Polri dengan kurikulum yang melaksanakan 2 Program Operasional Pendidikan dan Pelatihan yang terdiri: Program Operasional Pendidikan dan Pelatihan Taruna, dengan pola pendidikan 1 – 6– 4, yang mengandung pengertian :1 semester Dikdas Bhara, 6 Semester Pembentukan Perwira Polri dan 4 Semester Pengembangan Ilmu Kepolisian (PA mahasiswa) diberlakukan untuk Detasemen “ 44 “ – Wiratama Bhayangkara dan Detasemen “ 45 “ – Budi luhur Bhayangkara. Sedangkan Program Operasional Pendidikan dan Pelatihan Taruna dengan Pola pendidikan 1 – 11, yang mengandung pengertian : 1 semester Dikdas Bhara,dan 11 semester Pendidikan Profesi Teknis Kepolisian (Pembentukan PA Polri dan Pengembangan Ilmu Kepolisian).

 



Puri Maerokoco Jawa Tengah

Puri Maerokoco Semarang Jawa Tengah adalah sebuah obyek wisata yang berada di Jalan Yos Sudarso kurang lebih 5 km dari Tugumuda, yang merupakan satu komplek dengan PRPP. Sebagai taman mini Jawa Tengah yang merupakan prototip rumah adat  dari tiap-tiap daerah kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Pengunjung dapat belajar sejarah budaya dan arsitektur rumah adat 35 kabupaten dan kota yang ada di Jawa Tengah. Tiap anjungan menggelar hasil-hasil industri dan kerajinan yang diproduksi oleh masing-masing daerah. Selain menampilkan rumah-rumah adat, obyek wisata ini dilengkapi dengan fasilitas rekreasi air seperti, sepeda air, perahu, juga kereta bagi pengunjung. Lokasinya mudah dijangkau dengan kendaraan umum maupun kendaraan pribadi.

Selasa, 21 April 2015 17:44

Wisata Desa

Written by

Desa Kandri

Desa wisata Kandri, Kec. Gunungpati, Semarang memiliki gua yakni ‘Gua Kreo’.  Gua ini berhabitat  monyet jawa berekor panjang. Desa wisata ini terletak berdampingan dengan bendungan Jatibarang . Potensi desa ini adalah kuliner tradisional yang terbuat dari singkong "Getuk Kethek", tape singkong, tape dodol, makanan dan makanan ringan yang terbuat dari tepung moca. Masyarakat setempat juga membuat produk kerajinan dari bambu, seperti tudung saji, vas dll. Dalam hal kebudayaan, Kandri mempertahankan budaya lokal seperti ketoprak, wayang kulit, ‘wayang suket’ wayang yang terbuat dari rumput, dan pertunjukan lesung sebagai pertunjukan seni.

 

 

 

 

Desa Nangkasawit

Desa Nongkosawit, Kec. Gunungpati, Semarang  memiliki pemandangan indah dengan lembah dan ngarai. Di desa ini hampir semua tanaman dapat tumbuh. Desa Nongkosawit memiliki potensi pertanian dan buah-buahan seperti durian, jeruk, buah naga, dan rambutan. Selain itu juga memiliki potensi pariwisata peternakan (ayam, sapi, tikus putih dan domba), seni, budaya dan potensi pariwisata juga kuliner. Serta tarian tradisional yang dibawakan oleh masyarakat yaitu tari Si Golo-golo dan Kuntulan.

 

 

 

 

Desa Wonolopo

Desa Wonolopo terletak di Kecamatan Mijen. Desa ini memiliki agrowisata seperti durian, salak, jambu biji, dan pepaya. Di samping itu, desa ini terkenal dengan pembuatan jamu tradisional. Pengunjung disuguhi cara pembuatan jamu, juga  menikmati jamu tradisional. Juga tersedia homestay yang layak. Ada juga wisata outbound dan tanam padi.

 

 

 

 

 

 

Kampung Anggrek

Desa Sodong terkenal dengan nama Kampung Anggrek. Di Kampung ini pengunjung  dapat melihat beraneka ragam jenis anggrek, belajar membudidayakannya, maupun belajar memanennya. Selain anggrek, di sana juga ada wisata budaya berupa petilasan Sunan Kalijaga, camping ground, homestay, dan wisata edukasi.

 

 

 

 

 

 

Kampung Jamalsari 

Kampung Wisata Jamalsari, Mijen, Semarang terletak di tepi waduk Jatibarang,  sekitar lima menit dari Perumahan BSB.  Untuk objek wisata, kampung ini menggunakan lahan seluas 6 hektare tanah milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juwana  dan lahan masyarakat Jamalsari. Jamalsari mengandalkan wisata alam dan wisata air di atas waduk. Selain permainan air di waduk, juga di antaranya ada bumi perkemahan, outbound, homestay, kebun anggrek, pertunjukkan seni budaya, sanggar batik, dan sanggar kerajinan lampion, pembuatan tape, dan pembuatan keripik kulit singkong.

 

Selasa, 21 April 2015 17:39

Wisata Air

Written by

Water Blaster

Water Blaster Graha Candi Golf Semarang merupakan wahana permainan air yang pertama kali berdiri di Semarang dan menjadi andalan rekreasi keluarga warga kota Semarang. Total wahana air yang dimiliki Water Blaster Semarang ini sebanyak 25 unit. Keutamaan wahana ini memiliki slide luncur arus dengan ketinggian 25 meter di atas permukaan tanah. Anda dapat meluncur cepat dan berputar sepanjang 230 meter. Ada pun permainan lainnnya seperti flying fox, paint ball, jungle tree. Jalur yang dipakai permainan ini terbentang di atas wahana air Water Blaster dengan ketinggian 23 meter dan panjang 105 meter. Setting lingkungan yang bertema air tempat yang cocok untuk foto pre-wedding. Fasilitas lain adalah  wahana kumpul seperti halal-bihalal, arisan keluarga, atau pertemuan keluarga dan perusahaan.

Waktu Buka :

  • Senin : 13.00-17.30 WIB
  • Selasa sd Sabtu : 10.00 – 17.30 WIB
  • Minggu dan Hari Libur : 07.00 – 17.30 WIB

Tiket Masuk

  • Senin sd Jumat : Rp. 40.000,-
  • Sabtu, Minggu dan Hari Libur : Rp. 50.000,-
  • Hari Besar Harga Menyesuaikan

 

 Waduk Jatibarang

Waduk Jatibarang Semarang saat ini menjadi destinasi paling favorit Kota Semarang. Terletak di Desa Kandri, Gunungpati, tak jauh dari pusat kota, wisata baru ini menyajikan panorama alam yang menawan. Dua wisata sekaligus dapat dinikmati pengunjung, menikmati keindahan alam dan bermain dengan kera ekor panjang di kawasan wisata yang sebelumnya sudah ada yaitu Goa Kreo. Ke depan, pengunjung dapat menikmati wisata air dengan naik perahu mengarungi waduk.  Perpaduan antara wisata goa Kreo dan waduk Jatibarang menjadi daya tarik baru bagi wisatawan yang berkunjung ke Semarang. 

Waktu Buka

  • Setiap hari : 07.00 – 17.00 WIB

Tiket Masuk

  • Senin sd Sabtu : Rp. 2.500,-, 
  • Minggu dan Hari Libur : Rp. 3.500,-
  • Hari Besar Harga Menyesuaikan

 

 Pantai Maron

Pantai Maron  terletak di dekat Bandara Ahmad Yani, Semarang, cukup bagus untuk dinikmati karena menyimpan keindahan alam pantai yang indah dan eksotis. Letaknya hanya sekitar 20 menit perjalanan dari pusat kota Semarang. Melewati tambak-tambak petani Bandeng yang terhampar luas dengan jalanan tanah yang berdebu. Ditemani oleh pemandangan Kali Banger yang mengalir dari pinggiran kota hingga ujung pantai Maron. Mengunjungi pantai ini saat ini hanya bisa dilakukan dengan transportasi mobil pribadi atau sepeda motor.

Waktu Buka

  • Setiap hari : 07.00 – 17.00 WIB

Tiket Masuk

  • Senin sd Minggu : Rp. 3.000,-
  • Hari Besar Harga Menyesuaikan

 

Pantai Marina

Pantai Marina terletak di ujung utara kota Semarang bersebarangan lurus dengan Pantai Maron yang berdekatan dengan Bandara Internasional Ahmad Yani dan kawasan wisata PRPP Semarang. Pengunjung dapat menikmati  sunset pantai dan bersantai di pinggir pantai yang indah dan menarik dan mendengarkan deburan ombak. Di pagi hari, pengunjung juga dapat berperahu, berjetski mengitari pantai. Di lingkungan pantai Marina berdiri  Marina Convention Center (MCC), perumahan elit, kawasan pertokoan dan perkantoran. Agar menghindari pasang, dibuat pemecah ombah, waterbreaker. Pemecah gelombang digunakan untuk mengendalikan abrasi yang menggerus garis pantai dan untuk menenangkan gelombang di pelabuhan sehingga kapal dapat merapat di pelabuhan dengan lebih mudah dan cepat.

 

 

 

 Kanal Banjir Barat

Banjir Kanal Barat yang menjadi ikon baru kota Semarang. Sungai Banjir Kanal Barat merupakan salah satu sungai terpanjang yang membelah kota Semarang.  Sungai yang fungsi utamanya adalah penanggulangan banjir ini kini sedang digandrungi oleh masyarakat Semarang dan sekitarnya untuk menghabiskan waktu. Kanal Banjir Barat yang dibangun sepanjang 9,2 kilometer ini menyuguhkan keindahan alam, suasana yang tenang dan udara yang sejuk di tengah penat kota Semarang disertai hembusan angin sepoi-sepoi untuk memanjakan siapapun yang datang. Suasana malam yang berbeda menyuguhkan keindahan jembatan penghubung Lemah Gempal disertai lampu yang mentereng di sepanjang jalan semakin menggambarkan keindahan kota Semarang . Fasilitas penunjang sungai ini jogging track, plaza di Jalan Kokrosono, tribun, perahu penyeberangan, dan lainnya. Ke depan wisata kanoe akan melengkapi sungai ini.

Selasa, 21 April 2015 17:37

Wisata Kuliner

Lunpia

Semarang terkenal dengan makanan ini. Lumpia terbuat dari rebung yang dibungkus dengan lembaran tepung, bisa disajikan dengan digoreng lebih dahulu atau tanpa digoreng. Lumpia selain berisi rebung dapat diisi dengan telur ayam dan udang yang dirajang kecil-kecil. Juga bisa disajikan dengan saos, acar, dan daun bawang.

 

 

 

 

 

 

 Wingko Babat

Meskipun nama Babat adalah sebuah daerah pesisir di Jawa Timur, makanan yang terbuat dari bahan kelapa dan beras ketan ini kemudian makanan khas andalan Semarang. Seiring dengan perkembangan jaman, wingko diberi citarasa yang lebih beraneka ragam seperti coklat, durian, nangka dan lain-lain.

 

 

 

 

  

 

Bandeng Presto

Bandeng Presto adalah ikan bandeng yang dimasak dengan panci bertekanan tinggi biasanya disebut presto. Cara ini dilakukan untuk membuat duri ikan bandeng tersebut menjadi lunak sehingga enak untuk dimakan. Tempat penjualan bandeng presto ini juga menyediakan bandeng yang dipepes, otak-otak, dipanggang ataupun digoreng kremes. Untuk bandeng presto biasa cara masaknya cukup digoreng dengan memakai minyak panas. Bandeng dengan kondisi ini dapat disimpan dalam lemari pendingin dalam waktu yang cukup.

  

 

 

 

 

Ganjel Ril

Roti berwarna coklat di atasnya dilapisi wijen rasanya manis. Merupakan makanan khas Kota Semarang yang popular di masa lalu. Dinamakan ganjel ril karena bentuknya yang besar. Dapat diperoleh di toko roti HO Jalan KH. Wahid Hasyim.

 

 

 

 

 

 

 

Kue Mochi

Mochi Semarang yang sangat terkenal dengan Mochi Gemini. Kelebihan dari mochi Gemini ini adalah karena kue itu terasa lebih gurih di lidah dan taburan atasnya bervariasi, salah satunya adalah wijen. Tidak jelas sejarah mengenai kapan dan dari mana kue ini berasal, kue mochi telah mengalami variasi dalam rasa. Rasa durian adalah salah satu yang paling dicari bila wisatawan datang ke kota Atlas ini.

 

 

 

 

 

Tahu Pong 

Tahu Pong merupakan satu jenis tahu yang bagian luarnya digoreng kering sedang bagian dalamnya berongga.

 

 

 

 

 

 

 

Wedang Tahu

Wedang tahu adalah sejenis minuman yang beraroma jahe dan berisi sari tahu. Minuman khas yang bisa menghangatkan tubuh, khususnya di malam hari.

 

Selasa, 21 April 2015 17:35

Wisata Religi

Gereja Blenduk

Gereja Blenduk terletak di Jalan Letjen Soeprapto No. 32, Kota Lama, Semarang. Gereja ini merupakan bangunan dibuat dengan gaya arsitektur Phantheon yang didirikan pada tahun 1753 dan dipugar tahun 1894 oleh arsitek Belanda bernama H.P.A. de Wilde dan Westmaas. Gereja Blenduk merupakan gereja pertama di Semarang.

Disebut Gereja Blenduk karena bentuk kubahnya yang seperti irisan bola, sehingga orang mengatakan "mblenduk". Bangunannya berbentuk segi delapan beraturan (hexagonal) dengan keunikan interiornya. Sebagai salah satu bangunan kuno di lingkungan Kota Lama yang banyak dikunjungi wisatawan dan sampai sekarang merupakan tempat ibadah.

 

 

 

 Gereja Gedangan

Gereja Gedangan adalah sebuah gereja yang sering disebut-sebut oleh banyak orang Katholik di Kota Semarang, dimana sebenarnya memiliki nama Gereja Paroki Santo Yusup. Gereja ini sering disebut dengan Gereja Gedangan karena gereja ini terletak di Jalan Ronggowarsito yang dulunya bernama Gedangan.

 

 

 

 

 

 

Vihara Mahavira Graha

Vihara ini sering disebut sebagai vihara terbesar di Jawa Tengah, yang terdiri atas 7 lantai, dan keunikannya, memiliki 88 arca Avalokitesvara (Kwan Im) yang menghiasi sekeliling vihara. Selain untuk tempat beribadah, tempat ini juga dijadikan tempat pendidikan calon bhiksu dari aliran Mahayana. Saat memasuki vihara Mahavira Graha ini akan disambut oleh 120 patung Buddha. Vihara ini berada di Kompleks Marina Semarang.

 

 

 

 

 

Masjid Agung Jawa Tengah

Masjid Agung Jawa Tengah bangunannya meneladani prinsip gugus model kluster dari Masjid Nabawi di Madinah. Bentuk penampilan arsitekturnya merupakan gubahan baru yang mengambil model dari tradisi para wali dengan menumbuhkan corak universal arsitektur Islam pada bangunan pusatnya dengan menonjolkan kubah utama yang dilengkapi dengan minaret runcing menjulang di keempat sisinya. Masjid beserta fasilitas pendukung terletak di Jalan Gajah Raya, Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Gayamsari menempati tanah bandha Masjid Agung Semarang seluas 10 ha dan mampu menampung jamaah lebih kurang 13.000 orang. Selain bangunan utama berupa masjid, juga dilengkapi fasilitas-fasilitas lain seperti: ruang kantor, ruang kursus dan pelatihan, ruang perpustakaan, ruang akad nikah, dan auditorium. Dalam upaya penggalian dana, di dalam kompleks juga dibangun galeri pertokoan, ruang kantor yang disewakan, hotel, dan toko cindera mata.

 

 

Masjid Besar Kauman

Masjid Kauman termasuk dalam daftar masjid tua di tanah Jawa. Letaknya berdekatan dengan Pasar Johar, Semarang. Dahulu, kompleks ini merupakar alun-alun tempat berkumpul warga Semarang. Masjid Kauman didirikan pada awal abad ke-16. Sang pendiri masjid ialah Kiai Ageng Pandanaran. Sampai saat ini, masjid Kauman tetap dijadikan sebagai tempat penyelenggaraan ritual Dugderan, peringatan dimulainya puasa di bulan Ramadhan bagi masyarakat Kota Semarang dan sekitarnya.

 

 

 

  

Masjid Menara (Masjid Layur)

Masjid yang didirikan pada tahun 1802 dan dibangun oleh sejumlah saudagar dari Yaman yang bermukim di Semarang. Masjid Layur dikenal dengan sebutan Masjid Menara Kampung Melayu.

Dinding masjid dihiasi ornamen bermotif geometrik dengan paduan aneka warna-warni. Kompleks Masjid Menara ini dipagari oleh tembok tinggi kurang lebih 5 meter sehingga yang kelihatan dari luar hanya bagian menara yang menjulang tinggi. Hal itu menjadi penyebab Masjid Layur dikenal dengan sebutan Masjid Menara.

 

 

 

 

Pagoda Avalokitesvara

Pagoda Avalokitesvara (Metta Karuna), di dalamnya terdapat patung Budha Rupang yang besar. Pagoda Avalokitesvara yang memiliki tinggi bangunan setinggi 45 meter dengan 7 tingkat, yang bermakna bahwa seorang pertapa akan mencapai kesucian dalam tingkat ketujuh.

Bagian dalam pagoda berbentuk segi delapan dengan ukuran 15 x 15 meter. Mulai tingkat kedua hingga keenam dipasang patung Dewi Kwan Im (Dewi Welas Asih) yang menghadap empat penjuru angin. Hal ini bertujuan agar sang dewi memancarkan kasih sayangnya ke segala arah mata angin.

Pada tingkat ketujuh terdapat patung Amitaba, yakni guru besar para dewa dan manusia. Di bagian puncak pagoda terdapat stupa untuk menyimpan relik (butir-butir mutiara) yang keluar dari Sang Buddha. Bagian depan pagoda juga terdapat patung Dewi Welas Asih serta Sang, Buddha yang duduk di bawah pohon Bodi. Terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan. Terbuka untuk umum setiap hari.

 

Klentheng Gedung Batu (Sam Poo Kong)

Dibangun oleh seorang dari Tiongkok bernama Sam Poo Tay Djien dalam lawatannya ke Semarang. Klentheng ini memberi inspirasi bagi berkembangnya berbagai legenda mengenai Kota Semarang. Tiap tahunnya bertepatan tangga 29 Lak Gwee penanggalan Tionghoa, diadakan upacara ritual memperingati hari ulang tahun Sam Poo Tay Djien. Diawali pawai dari Klentheng Tay Kak Sie di Gang Lombok menuju Klentheng Sam Poo Kong. Terletak di Jalan Simongan 129, kurang lebih 2 km dari Tugu Muda ke arah barat daya, dibuka untuk umum setiap hari selama 24 jam penuh.

 

 

 

 

 

Pura Agung Giri Natha

Bangunan ini terletak di Jalan Sumbing, Gajahmungkur, Semarang. Tempat beribadah bagi umat Hindu ini memiliki luas area sekitar 4.000 meter persegi. Tempat ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas di antaranya perpustakaan, sekretariat, Bale Kerta Sabha, yakni ruang kelas untuk pendalaman Agama Hindu.

 

 

 

 

 

 

Makam Ki Ageng Pandanaran

Ki Ageng Pandanaran adalah Adipati Semarang yang pertama dan tanggal diangkatnya beliau sebagai Adipati dijadikan Hari Jadi Kota Semarang. Dengan demikian beliau dianggap sebagai pelopor berdirinya Kota Semarang. Ki Ageng Pandan Arang atau Pandanaran meninggal pada tahun 1496. Tempat ini banyak dikunjungi oleh peziarah terutama pada acara haul meninggalnya beliau setiap bulan Muharam setahun sekali. Makam ini berada di Jalan Mugas Dalam II/4, Kelurahan Mugasari kurang lebih 1 km dari Tugumuda, dibuka untuk umum setiap hari dan setiap saat.

 

 

 

 

 

Gereja Kathedral Randusari

Gereja Kathedral Randusari terletak di kawasan Tugumuda, tepatnya di Jalan dr. Soetomo Semarang, dekat dengan Lawang Sewu. Bangunan Kathedral terdiri dari gedung pertemuan dan sekolah (SD Bernadus dan SMP Dominico Savio). Kathedral menjadi gereja induk di wilayah Keuskupan Jawa Tengah Agung Semarang. Bangunan ini termasuk dalam kategori bangunan bersejarah yang dilindungi di Kota Semarang. Arsitektur bangunannya berbentuk setangkup dengan muka bangunan tunggal yang berorientasi pada arsitektur barat. Kompleks bangunan didesain berbentuk segi empat dengan tiga pintu masuk, masing-masing berada di sisi Barat, Selatan dan Utara. Terdapat beberapa perayaan dan event tetap, seperti Perayaan Ekaristi Harian, Perayaan Ekaristi Mingguan, Sekolah Minggu, Pembaptisan Bayi dan Pelajaran Agama (Calon Baptis).

 

Objek Wisata di Kota Semarang

Destinasi

Kesenian dan Kebudayaan di Kota Semarang

Seni dan Budaya

Akomodasi pendukung pariwisata di Semarang

Akomodasi

Sejarah, Geografis, Demografis, Fasilitas Publik

Tentang Semarang