header_id
Sejarah

Sejarah (5)

SEJARAH KOTA SEMARANG

 

Di  masa  dulu,  sekitar  tahun  1594  ada  seorang pangeran dari kesultanan Demak bernama Pangeran Made Pandan dan  putranya Raden Pandan Arang meninggalkan  Demak  menuju  ke  daerah  barat.  Di suatu  tempat  yang  kemudian  bernama  Pulau Tirang,  beliau membuka  hutan  dan  mendirikan pesantren  untuk  menyiarkan  agama  Islam.  Dari waktu  ke  waktu  daerah  itu  semakin  subur,  dari sela-sela  kesuburan  itu  muncullah  pohon  asem yang  arang, bahasa  Jawa (pohon) asam  (j)arang, sehingga  memberikan  gelar  atau  nama  daerah itu menjadi Semarang.

Sebagai pendiri desa, oleh masyarakat dan santrinya diangkatlah menjadi  kepala  daerah  setempat,  dengan  gelar  Kyai  Ageng  Pandan Arang  I.  Sepeninggalnya beliau,  pimpinan  daerah  dipegang  oleh  putranya  yang  bergelar  Pandan  Arang  II.  Di  bawah pimpinan Pandan Arang II, daerah Semarang semakin menunjukkan pertumbuhannya yang meningkat, sehingga menarik perhatian Sultan Hadiwijaya dari kerajaan Pajang. Karena persyaratan peningkatan daerah dapat dipenuhi, maka diputuskan  untuk  menjadikan  Semarang  setingkat  dengan  kabupaten.  Akhirnya  Pandan  Arang II  oleh  Sultan Pajang setelah berkonsultasi dengan Sunan Kalijaga, juga bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW,  tanggal  12  Rabiul  Awal  tahun  954  H  atau  bertepatan  dengan  tanggal  2  Mei  1547  M  dinobatkan menjadi  bupati  yang  pertama.  Pada  tanggal  itu  “secara  adat  dan  politis  berdirilah  kota  Semarang” . 

Masa pemerintahan  Pandan  Arang  II  menunjukkan  kemakmuran  dan  kesejahteraan  yang  dapat  dinikmati penduduknya.  Namun  masa  itu  tidak  dapat  berlangsung  lama  karena  sesuai  dengan  nasihat  Sunan  Kalijaga, Bupati  Pandan  Arang  II  mengundurkan  diri  dari  hidup  keduniawian  yang  melimpah  ruah.  Lalu  meninggalkan jabatannya,  meninggalkan  Kota  Semarang  bersama  keluarga  menuju  arah  selatan  melewati  Salatiga  dan Boyolali,  akhirnya  sampai  ke  sebuah  bukit  bernama  Jabalekat  di  daerah  Klaten.  Di  daerah  ini,  beliau  menjadi seorang  penyiar  agama  Islam  dan  menyatukan  daerah  Jawa  Tengah  bagian  selatan. Ajaran yang menonjol adalah patembatan (kerukunan dan kegotongroyongan ) , sehingga beliau dinamakan  Sunan Tembayat. Beliau wafat pada tahun 1553 dan dimakamkan di puncak Gunung Jabalkat.

Sesudah Bupati Pandan Arang II mengundurkan  diri  lalu  diganti  oleh  Raden  Ketib,  Pangeran  Kanoman  atau  Pandan  Arang  (1553-1586), kemudian  disusul  pengganti  berikutnya  yaitu  Mas R.Tumenggung  Tambi  (1657-1659),  Mas  Tumenggung Wongsorejo  (1659-1666),  Mas  Tumenggung  Prawiroprojo  (1666-1670),  Mas  Tumenggung  Alap-alap  (1670-1674),  Kyai  Mertonoyo,  Kyai  Tumenggung.  Yudonegoro  atau  Kyai  Adipati  Suromenggolo  (1674  -1701),  Raden Maotoyudo  atau  Raden  Summmgrat  (1743-  1751),  Marmowijoyo  atau  Sumowijoyo  atau  Sumonegoro  atau Surohadimenggolo  (1751-1773),  Surohadimenggolo  IV  (1773-?),  Adipati  Surohadimenggolo  V  atau  Kanjeng Terboyo  (?),  Raden  Tumenggung  Surohadiningrat  (?-1841),  Putro  Surohadimenggolo  (1841-1855),  Mas Ngabehi  Reksonegoro  (1855-  1860),  RTP  Suryokusurno  (1860-1887),  RTP  Reksodirjo  (1887-1891),  RMTA Purbaningrat (1891-?), Raden Cokrodipuro (?-1927), RM Soebiyono (1897-1927). Selanjutnya RM Amin Suyitno (1927-1942),  RMAA Sukarman  Mertohadinegoro  (1942-1945),  R.  Soediyono  Taruna  Kusumo  (1945-1945), hanya  berlangsung  satu  bulan,  M.  Soemardjito  Priyohadisubroto  (tahun  1946,  1949  -1952  yaitu  masa Pemerintahan Republik  Indonesia) pada waktu Pemerintahan RIS yaitu pemerintahann federal diangkat Bupati RM.Condronegoro  hingga  tahun  1949.  Sesudah  pengakuan  kedaulatan  dari  Belanda,  jabatan  bupati  diserahterimakan  kepada  M.  Sumardjito.  Penggantinya  adalah  R.  Oetoyo  Koesoemo  (1952-1956).  Kedudukannya sebagai  Bupati  Semarang  bukan  lagi  mengurusi  kota  melainkan  mengurusi  kawasan  luar  kota  Semarang.  Hal ini terjadi sebagai akibat perkembangnya Semarang sebagai Kota Praja.

Sejak tahun 1945 Kota Semarang menjadi kota praja dengan beberapa pejabat walikota yang pernah memerintah yaitu :

1.      Mr Moch Ichsan

2.      Mr. koeosoebiyono (1949 – 1 Juli 1951)

3.      RM Hadisoebeno Sosrowardoyo (1 Juli 1951-1 Januari 1958)

4.      Mr. Abdulmadjid Djojoadiningrat (7 Januari 1958-1 Januari 1960)

5.      RM Soebagyono Tjondrokoesoemo (1 Januari 1961-26 April 1964)

6.      Mr. Wuryanto (25 April 1964- 1 September 1966)

7.      Letkol Soeparno (1 September 1966 – 6 Maret 1967)

8.      Letkol R Warsito Soegiarto ( 6 Maret 1967-2 Januari 1973)

9.      Kolonel Hadijanto (21 Januari 1973 – 15 Januari 1980)

10.  Kolonel H Imam Soeparto Tjakrajoeda SH (15 Januari 1980-19 Januari 1990)

11.  Kolonel H Soetrisno Soeharto (19 Januari 1990-19 Januari 2000)

12.  H Soekawi Sutarip SH (19 Januari 2000 – 19 Januari 2010)

13.  H. Soemarmo H.S.,M.M. (19 Januari 2010 – Mei 2013)

14. Hendrar Prihadi,S.E.,M.M. ( Mei 2013 - sekarang )

 

Rabu, 15 Juli 2015 06:41

Jadwal Penerbangan

Written by
TIBA DARI   MASKAPAI NO. PENERBANGAN KETERANGAN
07:20 Balikpapan 06:40 Lion Air JT-625 langsung
16:55 Balikpapan 16:15 Lion Air JT-665 langsung
18:50 Bandung 17:40 Wings Air IW-1896 langsung
11:40 Batam 09:45 Lion Air JT-272 langsung
19:30 Denpasar 18:45 Wings Air IW-1803 langsung
13:20 Denpasar 13:05 Garuda Indonesia GA-446 langsung
06:45 Jakarta (Cengkareng) 05:40 Batik Air ID-6342 langsung
19:05 Jakarta (Cengkareng) 18:00 Batik Air ID-6346 langsung
20:55 Jakarta (Cengkareng) 19:50 Batik Air ID-6352 langsung
06:50 Jakarta (Cengkareng) 05:40 Garuda Indonesia GA-230 langsung
09:05 Jakarta (Cengkareng) 07:55 Garuda Indonesia GA-232 langsung
10:45 Jakarta (Cengkareng) 09:35 Garuda Indonesia GA-234 langsung
13:00 Jakarta (Cengkareng) 11:50 Garuda Indonesia GA-236 langsung
14:40 Jakarta (Cengkareng) 13:30 Garuda Indonesia GA-238 langsung
15:35 Jakarta (Cengkareng) 14:25 Garuda Indonesia GA-240 langsung
16:55 Jakarta (Cengkareng) 15:45 Garuda Indonesia GA-242 langsung
18:35 Jakarta (Cengkareng) 17:25 Garuda Indonesia GA-244 langsung
20:50 Jakarta (Cengkareng) 19:40 Garuda Indonesia GA-246 langsung
09:05 Jakarta (Cengkareng) 08:00 Lion Air JT-504 langsung
12:25 Jakarta (Cengkareng) 11:20 Lion Air JT-506 langsung
14:05 Jakarta (Cengkareng) 13:00 Lion Air JT-512 langsung
15:55 Jakarta (Cengkareng) 14:50 Lion Air JT-516 langsung
16:35 Jakarta (Cengkareng) 15:30 Lion Air JT-502 langsung
17:55 Jakarta (Cengkareng) 16:50 Lion Air JT-514 langsung
08:15 Jakarta (Cengkareng) 07:10 Sriwijaya Air SJ-224 langsung
14:35 Jakarta (Cengkareng) 16:50 Sriwijaya Air SJ-222 langsung
20:20 Jakarta (Cengkareng) 19:15 Sriwijaya Air SJ-220 langsung
11:10 Jakarta (Halim) 09:55 Citilink  QG-118 langsung
12:30 Jakarta (Halim) 11:15 Citilink  QG-120 langsung
16:05 Jakarta (Halim) 14:50 Citilink  QG-9315 langsung
08:30 Kualalumpur 07:00 Air Asia AK-328 langsung
08:00 Pangkalan Bun 07:00 Kalstar KD-602 langsung
12:00 Pangkalan Bun 11:00 Trigana Air IL-701 langsung
18:12 Sampit 16:45 Kalstar KD-966 langsung
15:05 Singapore 14:00 Air Asia QZ-663 langsung
09:00 Singapore 07:55 Silk Air MI-102 SENIN, JUMAT
15:30 Singapore 14:15 Silk Air MI-104 RABU
08:35 Surabaya 07:40 Garuda Indonesia GA-368 langsung
16:40 Surabaya 15:45 Garuda Indonesia GA-366 langsung
11:35 Surabaya 10:50 Sriwijaya Air SJ-225 langsung
09:10 Surabaya 08:00 Wings Air IW-1839 langsung
11:30 Surabaya 10:20 Wings Air IW-1835 langsung
15:40 Surabaya 14:30 Wings Air IW-1897 langsung
20:50 Surabaya 19:40 Wings Air IW-1801 langsung
Rabu, 22 April 2015 21:09

Demografis

Written by
Rabu, 22 April 2015 21:09

Geografis

Written by

Kota Semarang terletak antara garis 6°50' - 7°10' Lintang Selatan (LS) dan garis 109°35 - 110°50' Bujur Timur (BT). Dibatasi sebelah barat dengan Kabupaten Kendal, sebelah timur dengan Kabupaten Demak, sebelah selatan dengan Kabupaten Semarang dan sebelah utara dibatasi oleh Laut Jawa dengan panjang garis pantai meliputi 13,6 Km. Ketinggian Kota Semarang terletak antara 0,75 m - 348 m di atas garis pantai. Ketinggian 0,75 m ( daerah pantai ),  2,45 m ( kawasan Johar ),  3,49 m ( kawasan Simpang Lima ),  90,56 m ( Candi Baru ), 136 m ( Jatingaleh ), 270 m ( Gombel ), 253 m ( Mijen ) dan  348 m ( Gunungpati ).

Secara administratif, Kota Semarang terbagi atas 16 wilayah Kecamatan dan 177 Kelurahan. Luas wilayah Kota Semarang tercatat 373,70 km2. Luas yang ada, terdiri dari 39,56 km2 ( 10,59 %) tanah sawah dan 334,14 (89,41%) bukan lahan sawah. Menurut penggunaannya, luas tanah sawah terbesar merupakan tanah sawah tadah hujan (53,12 %), dan hanya sekitar 19,97 % nya saja yang dapat ditanami 2 (dua) kali. Lahan kering sebagian besar digunakan untuk tanah pekarangan / tanah untuk bangunan dan halaman sekitar, yaitu sebesar 42,17 % dari total lahan bukan sawah.

Rabu, 22 April 2015 21:08

Sejarah Kota Semarang

Written by

Di  masa  dulu,  sekitar  tahun  1594  ada  seorang pangeran dari kesultanan Demak bernama Pangeran Made Pandan dan  putranya Raden Pandan Arang meninggalkan  Demak  menuju  ke  daerah  barat.  Di suatu  tempat  yang  kemudian  bernama  Pulau Tirang,  beliau membuka  hutan  dan  mendirikan pesantren  untuk  menyiarkan  agama  Islam.  Dari waktu  ke  waktu  daerah  itu  semakin  subur,  dari sela-sela  kesuburan  itu  muncullah  pohon  asem yang  arang, bahasa  Jawa (pohon) asam  (j)arang, sehingga  memberikan  gelar  atau  nama  daerah itu menjadi Semarang.
Sebagai pendiri desa, oleh masyarakat dan santrinya diangkatlah menjadi  kepala  daerah  setempat,  dengan  gelar  Kyai  Ageng  Pandan Arang  I.  Sepeninggalnya beliau,  pimpinan  daerah  dipegang  oleh  putranya  yang  bergelar  Pandan  Arang  II.  Di  bawah pimpinan Pandan Arang II, daerah Semarang semakin menunjukkan pertumbuhannya yang meningkat, sehingga menarik perhatian Sultan Hadiwijaya dari kerajaan Pajang. Karena persyaratan peningkatan daerah dapat dipenuhi, maka diputuskan  untuk  menjadikan  Semarang  setingkat  dengan  kabupaten.  Akhirnya  Pandan  Arang II  oleh  Sultan Pajang setelah berkonsultasi dengan Sunan Kalijaga, juga bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW,  tanggal  12  Rabiul  Awal  tahun  954  H  atau  bertepatan  dengan  tanggal  2  Mei  1547  M  dinobatkan menjadi  bupati  yang  pertama.  Pada  tanggal  itu  “secara  adat  dan  politis  berdirilah  kota  Semarang” . 
Masa pemerintahan  Pandan  Arang  II  menunjukkan  kemakmuran  dan  kesejahteraan  yang  dapat  dinikmati penduduknya.  Namun  masa  itu  tidak  dapat  berlangsung  lama  karena  sesuai  dengan  nasihat  Sunan  Kalijaga, Bupati  Pandan  Arang  II  mengundurkan  diri  dari  hidup  keduniawian  yang  melimpah  ruah.  Lalu  meninggalkan jabatannya,  meninggalkan  Kota  Semarang  bersama  keluarga  menuju  arah  selatan  melewati  Salatiga  dan Boyolali,  akhirnya  sampai  ke  sebuah  bukit  bernama  Jabalekat  di  daerah  Klaten.  Di  daerah  ini,  beliau  menjadi seorang  penyiar  agama  Islam  dan  menyatukan  daerah  Jawa  Tengah  bagian  selatan. Ajaran yang menonjol adalah patembatan (kerukunan dan kegotongroyongan ) , sehingga beliau dinamakan  Sunan Tembayat. Beliau wafat pada tahun 1553 dan dimakamkan di puncak Gunung Jabalkat.
Sesudah Bupati Pandan Arang II mengundurkan  diri  lalu  diganti  oleh  Raden  Ketib,  Pangeran  Kanoman  atau  Pandan  Arang  (1553-1586), kemudian  disusul  pengganti  berikutnya  yaitu  Mas R.Tumenggung  Tambi  (1657-1659),  Mas  Tumenggung Wongsorejo  (1659-1666),  Mas  Tumenggung  Prawiroprojo  (1666-1670),  Mas  Tumenggung  Alap-alap  (1670-1674),  Kyai  Mertonoyo,  Kyai  Tumenggung.  Yudonegoro  atau  Kyai  Adipati  Suromenggolo  (1674  -1701),  Raden Maotoyudo  atau  Raden  Summmgrat  (1743-  1751),  Marmowijoyo  atau  Sumowijoyo  atau  Sumonegoro  atau Surohadimenggolo  (1751-1773),  Surohadimenggolo  IV  (1773-?),  Adipati  Surohadimenggolo  V  atau  Kanjeng Terboyo  (?),  Raden  Tumenggung  Surohadiningrat  (?-1841),  Putro  Surohadimenggolo  (1841-1855),  Mas Ngabehi  Reksonegoro  (1855-  1860),  RTP  Suryokusurno  (1860-1887),  RTP  Reksodirjo  (1887-1891),  RMTA Purbaningrat (1891-?), Raden Cokrodipuro (?-1927), RM Soebiyono (1897-1927). Selanjutnya RM Amin Suyitno (1927-1942),  RMAA Sukarman  Mertohadinegoro  (1942-1945),  R.  Soediyono  Taruna  Kusumo  (1945-1945), hanya  berlangsung  satu  bulan,  M.  Soemardjito  Priyohadisubroto  (tahun  1946,  1949  -1952  yaitu  masa Pemerintahan Republik  Indonesia) pada waktu Pemerintahan RIS yaitu pemerintahann federal diangkat Bupati RM.Condronegoro  hingga  tahun  1949.  Sesudah  pengakuan  kedaulatan  dari  Belanda,  jabatan  bupati  diserahterimakan  kepada  M.  Sumardjito.  Penggantinya  adalah  R.  Oetoyo  Koesoemo  (1952-1956).  Kedudukannya sebagai  Bupati  Semarang  bukan  lagi  mengurusi  kota  melainkan  mengurusi  kawasan  luar  kota  Semarang.  Hal ini terjadi sebagai akibat perkembangnya Semarang sebagai Kota Praja.
Sejak tahun 1945 Kota Semarang menjadi kota praja dengan beberapa pejabat walikota yang pernah memerintah yaitu :
1.    Mr Moch Ichsan
2.    Mr. koeosoebiyono (1949 – 1 Juli 1951)
3.    RM Hadisoebeno Sosrowardoyo (1 Juli 1951-1 Januari 1958)
4.    Mr. Abdulmadjid Djojoadiningrat (7 Januari 1958-1 Januari 1960)
5.    RM Soebagyono Tjondrokoesoemo (1 Januari 1961-26 April 1964)
6.    Mr. Wuryanto (25 April 1964- 1 September 1966)
7.    Letkol Soeparno (1 September 1966 – 6 Maret 1967)
8.    Letkol R Warsito Soegiarto ( 6 Maret 1967-2 Januari 1973)
9.    Kolonel Hadijanto (21 Januari 1973 – 15 Januari 1980)
10.    Kolonel H Imam Soeparto Tjakrajoeda SH (15 Januari 1980-19 Januari 1990)
11.    Kolonel H Soetrisno Soeharto (19 Januari 1990-19 Januari 2000)
12.    H Soekawi Sutarip SH (19 Januari 2000 – 19 Januari 2010)
13.    H. Soemarmo H.S.,M.M. (19 Januari 2010 – Mei 2013)
14.    Hendrar Prihadi,S.E.,M.M.( Mei 2013 – sekarang )

Selasa, 21 April 2015 17:33

Tentang Semarang

Written by