Kemenparekraf Sukses Gelar Gerakan BISA Di Semarang Zoo dan Bantuan Daging 583 Kilogram Dari Wildlife Figure

Setelah sukses menyelenggarakan Gerakan BISA di Goa Kreo, Kota Lama dan Masjid Agung Jawa Tengah, Kemenparekraf bersama Pemkot Semarang dan Komisi X DPR RI kembali menyelenggarakan kegiatan tersebut di Semarang Zoo, Senin (27/7/2020).

Berbeda sebelumnya Youtuber Tina Bule yang hadir mempromosikan Goa Kreo dan Kawasan Kota Lama, kali ini dihadiri oleh artis dan pecinta fauna (Wildlife Figure) Irfan Hakim, Fardhan Khan dan Alshad Ahmad.

Walikota Semarang mengatakan, pariwisata Kota Semarang sebelum pandemi ini sebenarnya sedang dalam kondisi luar biasanya.
“Kita dipajang pariwisata dari tadinya urutan kelima mulai Tahun 2018 sampai 2019 sudah menempati peringkat ketiga. Hotel, restoran dan usaha lainnya semakin banyak dan maju, ini semua bisa menghasilkan pendapatan asli daerah”.

“Di tingkat Nasional, Pariwisata menempati peringkat kedua penyumbang devisa”, lanjutnya.

Gerakan BISA ini merupakan sebuah pesan ke masyarakat di luar sana dan termasuk di Semarang. Kota Semarang sudah berani membuka sektor pariwisata.

Semarang zoo sejak dibuka kembali tepatnya 2 minggu kemarin, pengunjungnya sudah ada 4000 orang, cuma sayangnya untuk BEP pemberian makanan hewan, menggaji karyawan minimal 1 bulan harus ada 12.000 pengunjung.

“Minus, tapi tidak apa-apa karena kita mau mulai”, tutur Walikota Semarang.

Bersama kegiatan Gerakan BISA ini hadirnya Wildlife Figure memberikan bantuan berupa 583 Kg daging merah untuk pakan hewan karnivora.

“Saya harapkan kerjasama antara Kemenparekraf/Baparekraf dengan Pemerintah Kota Semarang terus ditingkatkan, karena banyaknya potensi wisata di Kota Semarang,” kata Rekotomo.

Kalau Kota Semarang berhasil membangun persepsi bahwa pariwisatanya itu indah, bersih, aman dan nyaman pasti orang akan mampir ke sini,” kata Agustin selaku Wakil Ketua Komisi X DPR RI.

Agustin menambahkan pekerjaan rumahnya Kota Semarang ini adalah ketegasan penerapan protokol kesehatan.

“Bagaimana protokol kesehatan, tidak peduli siapa pun harus diperiksa.

Karena jangan sampai orang sudah pergi dengan harapan yang tinggi tiba-tiba ada yang terkena langsung hilang harapan.

Mudah-mudahan kita bisa memenuhi harapan itu, sehingga semua yang datang ke tempat wisata tambah sehat dan bahagia,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *