Pemkot Semarang Terapkan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM)

Perwal Nomor 28 Tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kota Semarang  resmi ditetapkan pada 24 April 2020 oleh Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi.

Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi tersebut menegaskan aturan PKM dengan PSBB memiliki perbedaan, sebab PKM masih memberi ruang bagi masyarakat berkegiatan, namun dengan kontrol yang ketat.

“Kami ingin menampung aspirasi masyarakat, dengan ada hal yang sedikit melonggarkan sedulur-sedulur PKL maupun tempat usaha,” tutur Hendi. 

“Intinya boleh berkegiatan tapi harus dengan sejumlah SOP yang kita kontrol. Juga ada keterlibatan masyarakat, RT, RW, LPMK untuk mengawal ini, serta Tim patroli yang terdiri dari satuan wilayah TNI – POLRI dan Pemkot juga kita turunkan,” tegasnya.

Dalam ketetapan tersebut, Hendi  pun menggaris bawahi, agar pada setiap kegiatan untuk selalu menerapkan protokol kesehatan seperti kewajiban mengenakan masker apabila keluar rumah. 

“Bagi pihak yang melanggar jam buka tempat usaha, Pemerintah akan memberikan sanksi mulai teguran lisan maupun tertulis, sampai pembubaran kegiatan atau penutupan tempat usaha,” pungkas Hendi.

Download Dokumen Perwal :

https://smg.city/perwal28

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *