Rapid Test Terus Dilakukan Selama PKM Di Kota Semarang

Pada masa pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat di Kota Semarang, rapid test digelar pada banyak tempat, guna melakukan skrining penyebaran COVD-19 di Ibu Kota Jawa tengah. Sejumlah tempat yang masih menjadi titik kerumunan di Kota Semarang, menjadi sasaran lokasi digelarnya uji rapid test kepada masyarakat umum tersebut, antara lain seperti pasar rakyat, area fasilitas umum, juga jalur padat pengendara kendaraan bermotor.

 

Dengan upaya digelarnya rapid test kepada masyarakat pada masa PKM di Kota Semarang ini, diharapkan pemutusan mata rantai penyebaran COVID-19 akan dapat semakin ditekan. Hal tersebut seperti yang disampaikan oleh Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat meninjau pelaksaan rapid test di wilayah Tlogosari, Kota Semarang.

 

Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi tersebut menegaskan, dengan upaya skrining yang dilakukan, Pemerintah Kota Semarang bisa mendapatkan pemetaan wilayah secara lebih spesifik, apabila ditemukan ada yang berpotensi terkonfirmasi positif COVID-19.

 

“Seperti Hari ini di wilayah Tlogosari yang kita temui tidak tertib menggunakan masker, langsung kita arahkan untuk melakukan rapid test,” terang Wali Kota Semarang tersebut. “Harapannya tentu tidak ada yang positif, seperti yang di Tlogosari ini semua yang dites hasilnya negatif. Tapi tetap bahwa memakai masker itu penting pada saat ini, jadi tidak boleh menyepelekan,” tegas Hendi.

 

Sementara itu di tempat terpisah, rapid test juga dilaksanakan Gugus Tugas Penangangan COVID-19 Kota Semarang di Pasar Karangayu, Kota Semarang, Selasa (12/5). Sama seperti di lokasi sebelumnya, di Pasar Karangayu juga tidak ditemukan masyarakat dengan hasil positif, setelah dilakukan rapid test.

 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, dr. Abdul Hakam menyampaikan, hingga saat ini telah ada sekitar 10.000 rapid test dilakukan di Kota Semarang. Sedangkan ke depannya ditargetkan masih ada hampir 3.000 rapid test di Kota Semarang kepada masyarakat. Rapid Test dilakukan secara random atau acak kepada kelompok masyarakat yang berada pada area publik yang rawan.

 

Adapun Hakam menyebutkan, selama diberlakukannya PKM di Kota Semarang, angka COVID-19 cenderung turun merujuk pada angka konfirmasi positif dan PDP yang jumlahnya terus berkurang. Dimana pada hari Selasa, 12 Mei 2020 angka penderita COVID-19 positif di Kota Semarang turun lagi ke angka 55 orang, sedangkan PDP juga turun di angka 82 orang, setelah sebelumnya pada tanggal 10 Mei 2020 masih tercatat 248 orang.

 

“Tapi kondisi saat ini masih harus dijaga dengan masyarakat melakukan physical distancing, dan tertib menjalankan ketentuan PKM di Kota Semarang,” tutur Hakam. “Jangan sampai ada euforia sementara waktu ini, karena masih bisa berpotensi terjadi peningkatan angka COVID-19 di Kota Semarang, jika masyarakat kemudian tidak tertib,” tekannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *