Resmi ! Disbudpar Kota Semarang Perkenalkan Jalur Tracking Air Mata Mantan di Ekowisata Hutan Tinjomoyo

Semarang, Selasa 19 Mei 2020
Dinas kebudayaan dan pariwisata Kota Semarang secara resmi memperkenalkan jalur Tracking Air Mata Mantan di kawasan Ekowisata Hutan Tinjomoyo oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Indriyasari, SE.
Kenapa dinamakan air mata mantan? dulu terdapat sumber mata air yang mengalir untuk memenuhi kebutuhan Bonbin Tinjomoyo. Karena peristiwa alam, pipa yang mengalirkan air tersebut rusak sehingga kini air tersebut terhenti. Untuk mengalirkan kembali sumber air ini diperlukan usaha yang luar biasa, Membayangkan betapa beratnya jalur yang dilalui para petugas pengairan melalui jalur tersebut sampai tak terasa meneteskan air mata sehingga ini lah yang disebut dengan Air Mata Mantan.

Nantinya trek Air Mata Mantan akan di aplikasikan sebagai sebuah jalur ekowisata menyusuri lebatnya hutan Tinjomoyo. Dengan titik awalnya berada di pohon beringin dan berakhir dir titik top swafoto Air Mata Mantan.
Pohon beringin ini di namakan beringin cinta, karena pohon ini ada sepasang, yang lokasi nya di depan pintu masuk. Biasanya beringin ini sering di gunakan sebagai tempat foto sepasangan muda – mudi serta keluarga untuk mengabadikan kebersamaan mereka.


Dalam perjalanan dari titik start sampai titik destination menyusuri hutan, pemandu wisata akan menjelaskan beberapa fenomena alam yang terjadi. Kemudian keanekaragaman hayati yang ada, dan bagaimana hutan menjadi sumber resapan air untuk sumber kehidupan.
Diharapkan, usaha – usaha konservasi dan kepedulian masyarakat dan pengunjung semakin baik ke depannya.

Simak videonya disini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *