Wayang Kulit

Kata ‘wayang’ mendapat penafsiran yang berbeda dari berbagai kalangan. Dalam bahasa Jawa wayang yang berarti bayangan, atau yang dalam bahasa Indonesia baku adalah bayang.

Hipotesis bahwa wayang berasal dari kata ‘bayang’ ini terbukti bahwa para penonton dapat menyaksikan pertunjukan wayang dengan hanya melihat bayangan yang digerakkan oleh para dalang yang merangkap tugasnya sebagai narator.

Dalang sendiri merupakan sebuah singkatan dari kata-kata ngudhal piwulang, dimana ngudhal berarti menyebar luaskan atau membuka dan piwulang berarti pendidikan atau ilmu. Hal ini menegaskan posisi dalang sebagai orang yang memiliki ilmu lebih dan membagikannya kepada para penonton pertunjukkan wayang.

Dalam bahasa Cina ‘wayang’ berasal dari kata “Ma Hyang”, artinya berjalan menuju yang maha tinggi (disini bisa diartikan sebagai roh, Tuhan, ataupun Dewa). Pemerintah Kota Semarang mengagendakan rutin pertunjukan wayang kulit dengan menghadirkan para dalang lokal dan nasional. Pergelaran itu disebar dan digilir ke-16 kecamatan.

Ada pula pergelaran wayang kulit Jumat Kliwon, dan sedekah bumi di beberapa kelurahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *