• Jam Operasional: Senin - Kamis (08.00 - 16.00) | Jumat (07.30 - 14.00)
  • img-1
Lokovasia

Lokovasia

img-146
28
Oct 2025

Lokovasia

Ekshibisi Lokovasia 2025 Hadirkan Inovasi Musik Tradisi Indonesia di Semarang 

Eksplorasi musik tradisi Indonesia kembali mendapat panggung bergengsi lewat Ekshibisi Lokovasia 2025, sebuah program Lokakarya Konservasi dan Inovasi Musik Tradisi Indonesia yang diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia bekerja sama dengan Universitas Negeri Semarang (UNNES), Goethe-Institut, dan Musikle SJ.

Kegiatan ini digelar dalam dua sesi, yakni di Auditorium UNNES pada Selasa, 28 Oktober 2025 pukul 19.00 WIB, dan di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Semarang pada Rabu, 29 Oktober 2025 pukul 19.00 WIB. Seluruh rangkaian acara terbuka untuk umum dan dapat dihadiri secara gratis.

Lokovasia menjadi wadah pertemuan para seniman, akademisi, dan pelaku budaya dari berbagai daerah di Indonesia untuk menampilkan hasil riset, eksperimen, dan kolaborasi kreatif berbasis musik tradisi. Tahun ini, Lokovasia menghadirkan deretan seniman dan kelompok musik dari berbagai daerah, antara lain Ni Made Ayu Dwi Sattivriti (Badung), Shafur Bachtiar (Tanjung Pinang), Dedy Hernawan (Sumedang), Euis Karmila (Kuningan), Syaputra Hadi Wijaya (Pangkal Pinang), Saras Swara Indonesia (Wonosobo), Parasirama (Banyuwangi), Neo Nolin (Tabanan), Unine Mung (Bantul), Swarakaton (Ponorogo), Sanggar Tabuh Genggong Kutus (Gianyar), Dhoni Zustiyantoro (Semarang), dan Citra Aryandari (Sleman).

Melalui Lokovasia, peserta tidak hanya menampilkan karya musik yang berakar pada tradisi lokal, tetapi juga menggabungkannya dengan pendekatan kontemporer dan teknologi modern. Tujuannya adalah memperkuat nilai konservasi sekaligus menghadirkan inovasi baru yang relevan dengan perkembangan zaman.

Program ini menjadi contoh konkret bagaimana kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan mitra internasional dapat memperkaya ekosistem musik tradisi di Indonesia. Semangat Lokovasia 2025 menegaskan bahwa pelestarian budaya bukan sekadar menjaga yang lama, tetapi juga menciptakan ruang baru bagi tradisi untuk terus hidup dan berkembang.

26



KONTAK KAMI