AJAK KONCODOLAN RAMAIKAN FESTIVAL DESA WISATA KOTA SEMARANG 2025 GRATIS DI WONOLOPO!
Festival Desa Wisata Kota Semarang 2025 diselenggarakan Sabtu, 29 November 2025 pukul 07.00 WIB di Taman Toga Desa Wisata Wonolopo, Semarang. Acara yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang ini terbuka gratis untuk umum dan menjanjikan kemeriahan penuh warna dengan berbagai atraksi seru. Festival ini bertujuan mempromosikan potensi desa wisata lokal serta memperkuat ekonomi kreatif komunitas di tengah suasana asri Wonolopo yang dikenal dengan alam hijau dan budaya autentiknya.
Selama festival, pengunjung dapat menikmati pameran produk unggulan dari berbagai desa wisata, menyaksikan pertunjukan seni tradisional, mengikuti workshop kreatif, serta mencicipi kuliner khas daerah Semarang. Selain itu, lomba-lomba ringan dan hiburan musik akan mengisi suasana acara sehingga memberikan pengalaman yang menyenangkan dan edukatif bagi seluruh peserta dari berbagai kalangan. Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga menjadi media untuk mempererat kebersamaan dan semangat gotong royong dalam memajukan pariwisata berkelanjutan di Semarang.
Tahun ini, festival diikuti oleh seluruh Desa Wisata kota Semarang yang menampilkan ciri khas dan potensi unggulan masing-masing, di antaranya:
Kehadiran desa-desa wisata ini semakin menambah semarak festival dengan ragam atraksi, produk, dan kreativitas masyarakat setempat.
Festival ini juga menjadi ajang gotong royong antarwarga desa wisata untuk memajukan pariwisata berkelanjutan di Semarang, dengan fokus pada pelestarian budaya dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui acara seperti ini, Disbudpar ingin memperkenalkan Wonolopo sebagai destinasi unggulan yang menggabungkan keindahan alam, kekayaan budaya, dan inovasi kreatif. Pengunjung tidak hanya bersenang-senang, tapi juga turut mendukung pengembangan potensi lokal yang berkelanjutan.
Festival Desa Wisata Kota Semarang 2025 merupakan wujud partisipasi dalam menjaga serta melestarikan kekayaan budaya dan kearifan lokal.