By Admin Pariwisata
“Sesarengan Sore” - Nongkrong asyik menjelang senja
Taman Srigunting merupakan salah satu ruang terbuka publik ikonik yang terletak di jantung Kota Lama Semarang, tepatnya di dekat Gereja Blenduk dan Gedung Jiwasraya. Dahulu, taman ini adalah lapangan parade tentara Belanda (Paradeplein) pada masa kolonial, namun kini telah bertransformasi menjadi taman kota yang nyaman dan instagramable. Dengan latar bangunan bergaya kolonial, taman ini menjadi favorit para pengunjung untuk berfoto, bersantai, atau menikmati suasana sejarah kota. Fasilitas yang tersedia cukup lengkap, mulai dari bangku taman, gazebo, lampu hias, Wi-Fi gratis, hingga spot foto berbayar seperti sepeda hias dan becak bunga. Taman ini terbuka untuk umum selama 24 jam dan tidak dipungut biaya masuk, menjadikannya tempat yang ideal untuk melepas penat, baik di pagi hari yang tenang maupun sore hari yang lebih hidup oleh aktivitas warga dan wisatawan.
Gereja Blenduk adalah salah satu landmark ikonik di kawasan Kota Lama Semarang yang sudah berdiri sejak tahun 1753. Dengan arsitektur bergaya Klasik dan ciri khas kubah tembaga besar serta dua menara kembarnya, gereja ini langsung mencuri perhatian siapa pun yang melintas. Bagian dalamnya tak kalah menarik—dihiasi jendela kaca patri, lantai tegel Belanda, serta tangga spiral yang menambah kesan historis. Meski usianya sudah sangat tua, Gereja Blenduk masih aktif digunakan untuk ibadah dan dibuka untuk umum sebagai destinasi wisata heritage. Letaknya yang strategis dan nuansanya yang kuat membuat tempat ini cocok untuk mengenal sisi klasik Semarang sambil menikmati suasana tenang khas kawasan kolonial.
Spiegel Bar & Bistro adalah kafe bergaya vintage-modern di kawasan Kota Lama Semarang yang menempati bangunan peninggalan Belanda dari akhir abad ke-19. Dulunya toko serba ada, kini jadi tempat hits untuk ngopi dan makan dengan nuansa kolonial yang kuat. Lokasinya strategis—tepat di seberang Gereja Blenduk—dan jadi spot favorit untuk bersantai atau berfoto dalam suasana heritage yang elegan.
Jalan Letjen Suprapto adalah jalan utama di kawasan Kota Lama Semarang yang dikelilingi bangunan kolonial ikonik seperti Gereja Blenduk, Spiegel, dan Gedung Marba. Dulu dikenal sebagai Heeren Straat, jalan ini kini jadi koridor heritage yang telah direvitalisasi dengan paving, lampu klasik, dan jalur pedestrian, menciptakan suasana kota tua yang nyaman untuk berjalan kaki dan menikmati arsitektur tempo dulu.
Pringsewu Kota Lama adalah restoran bergaya vintage yang menempati bangunan cagar budaya bekas kantor Oei Tiong Ham di Jl. Suari, Semarang. Menyajikan menu nusantara seperti gurami saus mangga dan udang saus padang dengan harga terjangkau, tempat ini juga menawarkan suasana heritage yang kuat, cocok untuk makan sambil foto-foto. Fasilitasnya lengkap, buka setiap hari pukul 08.00–22.00 WIB, dan jadi pilihan pas untuk bersantai di tengah pesona Kota Lama.