By Admin Pariwisata
“Heritage Hunter” - Eksplorasi jejak arsitektur kolonial
Gedung Marba merupakan salah satu bangunan bersejarah paling mencolok di kawasan Kota Lama Semarang. Didirikan pada pertengahan abad ke-19 oleh saudagar asal Yaman bernama Marta Badjunet, nama "Marba" sendiri merupakan akronim dari nama pemiliknya. Arsitekturnya bergaya kolonial tropis dengan sentuhan Renaisans, ditandai oleh dinding bata merah ekspos, lis putih, dan fasad simetris yang elegan. Dulunya, gedung ini digunakan sebagai kantor pelayaran dan toko modern De Zeikel, yang cukup terkenal di kalangan masyarakat Eropa pada masanya. Saat ini, Gedung Marba telah ditetapkan sebagai cagar budaya dan masih difungsikan sebagai kantor, meski pengunjung hanya bisa menikmati keindahan eksteriornya. Letaknya yang strategis, tepat di jantung Kota Lama, menjadikan Marba spot favorit untuk berfoto dan mengenang kejayaan arsitektur kolonial di Semarang.
Gereja Blenduk, resmi bernama GPIB Immanuel, adalah gereja Protestan tertua di Jawa Tengah yang dibangun tahun 1753 di kawasan Kota Lama Semarang. Bangunannya bergaya Neoklasik dengan kubah tembaga ikonik dan dua menara kembar, hasil renovasi tahun 1894 oleh arsitek Belanda. Interiornya menampilkan jendela kaca patri, lantai tegel Belanda, dan tangga spiral antik. Gereja ini masih aktif digunakan untuk ibadah dan terbuka untuk wisatawan, menjadikannya landmark sejarah dan arsitektur kolonial yang menonjol di Semarang.
Marabunta Resto & Bar adalah restoran ikonik di Kota Lama Semarang yang menempati gedung bekas teater era kolonial. Dengan arsitektur khas Belanda, interior bergaya Eropa klasik, dan patung semut merah raksasa di atap, tempat ini menghadirkan suasana artistik dan vintage. Menyajikan menu perpaduan lokal dan internasional, Marabunta juga sering menghadirkan live music, menjadikannya spot elegan untuk makan malam, nongkrong, atau sekadar menikmati atmosfer heritage yang unik dan berkelas. Marabunta Resto & Bar beralamat di Jl. Cendrawasih No.23, tepat di jantung kawasan Kota Lama Semarang. Restoran ini buka setiap hari, dengan jam operasional yang cukup panjang—yakni pukul 11.00 hingga 01.00 WIB untuk hari Minggu sampai Kamis, dan lebih larut hingga pukul 03.00 WIB pada Jumat dan Sabtu. Karena suasananya yang unik dan sering jadi incaran pengunjung, terutama saat malam akhir pekan, sangat disarankan untuk melakukan reservasi terlebih dahulu agar kebagian tempat di tengah ramainya suasana heritage Kota Lama.
Jiwasraya adalah perusahaan asuransi jiwa milik negara yang telah berdiri sejak tahun 1859, menjadikannya salah satu yang tertua di Indonesia. Perusahaan ini sempat mengalami krisis keuangan besar akibat kesalahan investasi dan pengelolaan dana, yang kemudian menjadi kasus korupsi besar di sektor keuangan. Untuk menyelamatkan aset dan melindungi nasabah, pemerintah membentuk Indonesia Financial Group (IFG Life) sebagai bagian dari restrukturisasi Jiwasraya.
Rumah Akar di Kota Lama Semarang adalah spot wisata unik yang wajib dikunjungi bagi para pemburu foto estetik. Terletak di Jl. Jalak, bangunan tua ini terkenal dengan akar pohon besar yang menjalar dan membelit dinding, menciptakan suasana dramatis yang instagramable. Dulunya merupakan bekas kantor surat kabar Belanda, kini bangunan ini terbuka untuk umum tanpa tiket masuk dan bisa dikunjungi kapan saja. Lokasinya strategis, dekat dengan Museum 3D dan jalur utama Kota Lama, membuatnya mudah diakses dan cocok untuk singgah sejenak menikmati nuansa heritage Semarang.