By Admin Pariwisata
“Citywalk & Snap” - OOTD, vibes vintage dan jalanan hidden gem
(Raw spot foto street style)
Jalan Letjen Suprapto adalah jalan utama di kawasan Kota Lama Semarang yang dikelilingi bangunan kolonial ikonik seperti Gereja Blenduk, Spiegel, dan Gedung Marba. Dulu dikenal sebagai Heeren Straat, jalan ini kini jadi koridor heritage yang telah direvitalisasi dengan paving, lampu klasik, dan jalur pedestrian, menciptakan suasana kota tua yang nyaman untuk berjalan kaki dan menikmati arsitektur tempo dulu.
Galeri seni sekaligus toko barang antik di Jl. Letjen Suprapto No.37, Kota Lama, tepat di seberang Gereja Blenduk. Menyuguhkan ribuan koleksi vintage yang tertata artistik—mulai dari radio lawas hingga lampu teplok. Cocok untuk pencinta seni, foto, atau sekadar nostalgia. Buka setiap hari 09.00–16.00 WIB, tanpa tiket masuk (donasi sukarela).
Rumah Akar di Kota Lama Semarang adalah spot wisata unik yang wajib dikunjungi bagi para pemburu foto estetik. Terletak di Jl. Jalak, bangunan tua ini terkenal dengan akar pohon besar yang menjalar dan membelit dinding, menciptakan suasana dramatis yang instagramable. Dulunya merupakan bekas kantor surat kabar Belanda, kini bangunan ini terbuka untuk umum tanpa tiket masuk dan bisa dikunjungi kapan saja. Lokasinya strategis, dekat dengan Museum 3D dan jalur utama Kota Lama, membuatnya mudah diakses dan cocok untuk singgah sejenak menikmati nuansa heritage Semarang.
Bangunan cagar budaya di Jl. Kepodang No. 11–13, Kota Lama Semarang, berdiri sejak 1921. Dulu kantor dagang hasil bumi, kini jadi ruang komunitas dan seni seperti latihan karawitan, pameran, hingga kegiatan budaya. Gaya arsitekturnya khas Belanda modern. Buka umum di akhir pekan atau saat ada event, dan bisa dikunjungi dengan izin penjaga. Cocok untuk wisatawan yang ingin merasakan nuansa sejarah hidup di tengah aktivitas kekinian.