By Admin Pariwisata
“Dolan Rasa Londo” - Gaya Eropa tanpa paspor
Spiegel Bar & Bistro adalah kafe bergaya vintage-modern di kawasan Kota Lama Semarang yang menempati bangunan peninggalan Belanda dari akhir abad ke-19. Dulunya toko serba ada, kini jadi tempat hits untuk ngopi dan makan dengan nuansa kolonial yang kuat. Lokasinya strategis—tepat di seberang Gereja Blenduk—dan jadi spot favorit untuk bersantai atau berfoto dalam suasana heritage yang elegan.
Gedung Marba merupakan salah satu bangunan bersejarah paling mencolok di kawasan Kota Lama Semarang. Didirikan pada pertengahan abad ke-19 oleh saudagar asal Yaman bernama Marta Badjunet, nama "Marba" sendiri merupakan akronim dari nama pemiliknya. Arsitekturnya bergaya kolonial tropis dengan sentuhan Renaisans, ditandai oleh dinding bata merah ekspos, lis putih, dan fasad simetris yang elegan. Dulunya, gedung ini digunakan sebagai kantor pelayaran dan toko modern De Zeikel, yang cukup terkenal di kalangan masyarakat Eropa pada masanya. Saat ini, Gedung Marba telah ditetapkan sebagai cagar budaya dan masih difungsikan sebagai kantor, meski pengunjung hanya bisa menikmati keindahan eksteriornya. Letaknya yang strategis, tepat di jantung Kota Lama, menjadikan Marba spot favorit untuk berfoto dan mengenang kejayaan arsitektur kolonial di Semarang.
Jalan Letjen Suprapto adalah jalan utama di kawasan Kota Lama Semarang yang dikelilingi bangunan kolonial ikonik seperti Gereja Blenduk, Spiegel, dan Gedung Marba. Dulu dikenal sebagai Heeren Straat, jalan ini kini jadi koridor heritage yang telah direvitalisasi dengan paving, lampu klasik, dan jalur pedestrian, menciptakan suasana kota tua yang nyaman untuk berjalan kaki dan menikmati arsitektur tempo dulu.
Javara Culture Semarang adalah kafe dan toko produk organik yang berlokasi di belakang Gereja Blenduk, Taman Srigunting, Kota Lama. Menempati bangunan kolonial, tempat ini menyajikan makanan sehat berbahan lokal—mulai dari kopi konservasi, nasi goreng rempah, hingga dessert tradisional modern. Buka setiap hari pukul 10.00–20.00 WIB, cocok untuk wisatawan yang mencari kuliner sehat dalam suasana heritage yang estetik.
Rumah Akar di Kota Lama Semarang adalah spot wisata unik yang wajib dikunjungi bagi para pemburu foto estetik. Terletak di Jl. Jalak, bangunan tua ini terkenal dengan akar pohon besar yang menjalar dan membelit dinding, menciptakan suasana dramatis yang instagramable. Dulunya merupakan bekas kantor surat kabar Belanda, kini bangunan ini terbuka untuk umum tanpa tiket masuk dan bisa dikunjungi kapan saja. Lokasinya strategis, dekat dengan Museum 3D dan jalur utama Kota Lama, membuatnya mudah diakses dan cocok untuk singgah sejenak menikmati nuansa heritage Semarang.