Semarang, 10 Agustus 2026
Desa Wisata Kandri, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, menawarkan pengalaman tersebut melalui beragam aktivitas yang memadukan alam, budaya, edukasi, kuliner, dan kreativitas masyarakat.
Menjelajah Goa Kreo dan Waduk Jatibarang
Salah satu daya tarik Desa Wisata Kandri adalah Goa Kreo, yang memiliki kisah berkaitan dengan perjalanan Sunan Kalijaga sekaligus menjadi habitat monyet ekor panjang. Di kawasan yang sama, wisatawan dapat mengunjungi Waduk Jatibarang untuk menikmati pemandangan perbukitan dan aktivitas wisata perahu, serta Plaza Goa Kreo yang digunakan untuk kegiatan masyarakat dan pertunjukan seni.
Rangkaian destinasi tersebut memberikan pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana alam sekaligus mengeksplorasi kawasan Kandri dalam satu perjalanan.
Bukan Sekadar Melihat, Wisatawan Bisa Ikut Mencoba
Desa Wisata Kandri juga menawarkan konsep wisata berbasis pengalaman melalui berbagai aktivitas edukasi. Di Omah Pinter Petani, wisatawan dapat mengenal pertanian, peternakan, dan perikanan melalui sawah mini, kebun buah, kolam ikan, hingga kandang ternak.
Sementara itu, Omah Alas menjadi ruang kreativitas masyarakat yang menghadirkan kegiatan seni seperti tari, musik, lukis, seni peran, hingga pemanfaatan limbah.
Mengenal Kandri Melalui Tradisi dan Kuliner
Masyarakat Kandri menganut berbagai tradisi seperti Nyadran Kali, Nyadran Desa, dan Sesaji Rewanda.
Dari sisi kuliner, wisatawan dapat mencicipi Sego Kethek, nasi dengan beragam lauk yang disajikan menggunakan daun jati sebagai salah satu ciri khasnya.
Pilihan Paket Wisata untuk Berbagai Kebutuhan
Untuk memberikan pengalaman yang lebih praktis dan terarah, pengelola Desa Wisata Kandri menyediakan berbagai paket wisata. Pilihan aktivitasnya disusun berdasarkan usia peserta dan jenis pengalaman yang ingin didapatkan, sehingga dapat menjadi alternatif kunjungan bagi rombongan sekolah, keluarga, maupun kelompok.
|
Paket Wisata |
Harga |
Peserta |
Pengalaman yang Ditawarkan |
|
Premium Kandri Wae |
Rp85.000/orang |
PAUD–SMP, min. 30 orang |
Jelajah sendang dan sawah, praktik menanam padi, edukasi peternakan dan perikanan, tangkap ikan dan kolam. Termasuk welcome drink, snack, dan makan siang Sego Kethek. |
|
Melukis Caping |
Rp100.000/orang |
PAUD–SD, min. 30 orang |
Jelajah alam, edukasi pertanian, peternakan dan perikanan, permainan tangkap ikan dan kolam keceh, serta aktivitas melukis caping. |
|
Pakemon / Eksplor Jeruk Lemon |
Rp100.000/orang |
SD–umum |
Eksplorasi jeruk lemon dan jambu kristal, praktik pembuatan lemon serta bibit jeruk dan lemon, disertai edukasi pertanian, peternakan, dan perikanan. Bonus bibit jeruk atau lemon sebanyak 1 kilogram. |
|
Nyingkong |
Rp100.000/orang |
PAUD–SMA, min. 30 orang |
Praktik budidaya singkong, jelajah sendang dan sawah, edukasi menanam padi, peternakan, perikanan, serta fun game. |
|
Nyusu Kandri Wae |
Rp100.000/orang |
PAUD–SMP |
Praktik mengelola susu, jelajah sendang dan sawah, edukasi pertanian, peternakan dan perikanan, serta fun game. Termasuk snack dan makan siang Sego Kethek. |
|
Cooking Class |
Rp100.000/orang |
SMP–umum, min. 20 orang |
Jelajah sendang dan sawah, edukasi pertanian, peternakan dan perikanan, permainan tangkap ikan, kolam keceh, serta cooking class. |
|
Njamu Wae |
Rp95.000/orang |
PAUD–SMP, min. 30 orang |
Mengenal empon-empon dan proses pembuatan jamu, jelajah sendang dan sawah, serta edukasi pertanian, peternakan dan perikanan. Peserta memperoleh satu botol jamu ukuran 250 ml. |
|
Stek Adenium |
Rp100.000/orang |
PAUD–SMP, min. 30 orang |
Jelajah sendang dan sawah, edukasi menanam padi dan peternakan, serta edukasi dan fun game perikanan. |
Berwisata Sekaligus Mendukung Produk Lokal
Pengalaman wisata di Kandri juga dapat dilengkapi dengan mengenal produk UMKM masyarakat, mulai dari kuliner, makanan ringan, olahan susu, minuman tradisional, hingga produk kreatif berbahan limbah pertanian.
Bagi wisatawan yang ingin menginap, tersedia beberapa pilihan homestay seperti dengan harga sekitar Rp120.000–Rp200.000.
Desa Wisata Kandri dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin mendapatkan pengalaman perjalanan yang lebih dekat, aktif, dan berkesan melalui kekayaan alam serta kehidupan masyarakat yang ada di dalamnya.