• Jam Operasional: Senin - Kamis (08.00 - 16.00) | Jumat (07.30 - 14.00)
  • img-1
Wali Kota Semarang Dukung Pokdarwis Kembangkan Potensi Wisata Lokal

Wali Kota Semarang Dukung Pokdarwis Kembangkan Potensi Wisata Lokal

By Super Admin  

Wali Kota Semarang Dukung Pokdarwis Kembangkan Potensi Wisata Lokal

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menegaskan komitmennya untuk mendukung Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sebagai ujung tombak pengembangan potensi lokal dan penggerak pariwisata berbasis masyarakat. Hal ini disampaikannya saat menghadiri Jambore Pokdarwis Kota Semarang 2025 yang digelar di Taman Menara Sleko, Kawasan Kota Lama Semarang, Minggu (22/6/2025).

Menurut Walikota Semarang, Pokdarwis memiliki peran strategis dalam mengembangkan sektor pariwisata berbasis masyarakat.

“Potensinya besar sekali, dan saya yakin masih banyak lagi potensi lokal yang bisa kita gali,” ujarnya.

Sebagai langkah lanjutan, Bu Agustina berencana mendorong promosi hasil karya Pokdarwis melalui pameran di berbagai titik strategis Kota Semarang. Menurutnya, promosi ini akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Wing Wiyarso, menyampaikan bahwa Jambore Pokdarwis merupakan agenda tahunan yang mempertemukan Pokdarwis dari seluruh kecamatan di Kota Semarang untuk menampilkan potensi unggulan daerah masing-masing.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Jambore tahun ini memiliki lima rangkaian acara besar yang sekaligus menjadi momentum pengembangan pariwisata kota. Selain Jambore Pokdarwis, terdapat:

  1. Musrenbang Pariwisata Kota Semarang – Pertama kali dilaksanakan di Jawa Tengah, menjadi wadah menyerap aspirasi Pokdarwis untuk pengembangan pariwisata.
  2. Launching Program Dewi SRI – Inovasi baru dalam pemberdayaan desa wisata yang Sustainable, Religius, dan Inovatif.
  3. Atraksi Seni Budaya – Pertunjukan seni dari berbagai Pokdarwis yang menggambarkan kekayaan budaya lokal.
  4. Pengundian I-Jolke Semester 1 – Program insentif untuk wisatawan agar berbelanja di Kota Semarang melalui hotel, restoran, dan kafe.
  5. Festival Khoja ‘Tribute to A Rafiq’ – Penghargaan untuk maestro Melayu asal Semarang, A Rafiq, yang dikenal luas sebagai “Elvis Presley-nya Indonesia”.

Kadisbudpar berharap integrasi berbagai kegiatan ini akan menjadi daya tarik baru bagi wisatawan serta menginspirasi daerah lain untuk melakukan hal serupa.

“Lima agenda ini digabungkan di Taman Sleko yang merupakan venue baru. Ini bagian dari upaya kami menambah atraksi wisata baru dan memperkuat branding Kota Semarang sebagai destinasi unggulan,” pungkasnya.

Dengan dukungan pemerintah kota dan kolaborasi lintas sektor, Jambore Pokdarwis 2025 diyakini akan memperkuat posisi Semarang sebagai kota pariwisata yang inklusif dan berdaya saing tinggi.

26



KONTAK KAMI